Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 16.27 WIB

Profil Meyling Tampi, Nenek Joel Tanos yang Pilih Memaafkan Pembunuh Cucunya

Kematian Joel Tanos viral di media sosial. (Istimewa). - Image

Kematian Joel Tanos viral di media sosial. (Istimewa).

JawaPos.com - Kematian tragis Joel Alberto Tanos (18), cucu dari pengusaha berpengaruh di Sulawesi Utara, mengguncang publik. Namun, perhatian masyarakat kini tak hanya tertuju pada kasus pembunuhan itu sendiri, melainkan juga pada sosok sang nenek.

Dia adalah Meyling Tampi, yang secara mengejutkan menyatakan telah memaafkan pelaku pembunuhan cucunya. Pernyataan Meyling saat ibadah penghiburan Joel Tanos di Manado pada Selasa (5/8), sontak viral dan memicu perbincangan luas. 

Dalam suasana duka yang mendalam, Meyling menyampaikan bahwa dirinya dan keluarga tidak akan menuntut secara hukum, bahkan berencana menghubungi orang tua pelaku secara langsung.

Siapa Meyling Tampi?

Meyling Tampi adalah istri dari Tony Tanos, pengusaha konstruksi asal Sulawesi Utara yang dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di balik jaringan bisnis yang dijuluki '9 Naga Sulut', sebutan bagi segelintir elite ekonomi di wilayah tersebut.

Suaminya, Tony Tanos, merupakan pendiri PT Marga Dwita Guna, perusahaan konstruksi yang telah menangani berbagai proyek infrastruktur berskala nasional sejak 1993. Meski namanya cukup dikenal di lingkaran bisnis dan politik lokal, sosok Meyling sendiri selama ini jarang muncul ke publik.

Di tengah minimnya informasi personal, diketahui bahwa Meyling memiliki akun Instagram bernama @tampimeyling yang bersifat privat dan hanya memiliki sekitar 266 pengikut. Di foto profilnya, tampak dirinya tengah merangkul sang suami, memperlihatkan kedekatan mereka sebagai pasangan.

Selain itu, Meyling juga tercatat memiliki akun Facebook, meski aktivitasnya di platform tersebut sangat terbatas. Ia dikenal sebagai ibu dari Nando Tanos, ayah dari mendiang Joel.

Sikap Memaafkan yang Menarik Perhatian Publik

Dalam pidato perpisahan yang penuh ketegaran, Meyling menekankan bahwa keluarganya percaya pada nilai-nilai iman dan hukum tabur-tuai. Ia menyebut kepergian Joel sebagai bagian dari kehendak Tuhan, dan menyampaikan harapannya agar tidak ada balas dendam.

“Kami sayang Joel, tapi Tuhan lebih sayang. Kami tahu Firman Tuhan. Apa yang kami tabur, itu juga yang kami tuai,” ungkap Meyling dengan suara bergetar.

Keputusan Meyling untuk memaafkan pelaku secara terbuka menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat. Sebagian menilai itu sebagai wujud ketabahan luar biasa, sementara yang lain mempertanyakan apakah keadilan tetap ditegakkan.

Namun yang jelas, sikap ini menyoroti sisi lain dari tragedi Joel Tanos: bagaimana duka mendalam bisa dijawab dengan keteguhan hati dan prinsip spiritual yang kuat, terutama dari seorang tokoh keluarga yang selama ini lebih banyak berada di balik layar.

Kasus ini tidak hanya menyentuh aspek hukum dan kriminal, tetapi juga menggugah diskusi soal peran keluarga pengusaha dalam menghadapi tragedi pribadi. Sosok Meyling Tampi, yang sebelumnya tak banyak dikenal publik, kini menjadi simbol ketabahan dan pengampunan di tengah sorotan media.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore