
Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com).
JawaPos.com - Penanganan kasus kematian seorang polisi bernama Brigadir Nurhadi terus menjadi sorotan. Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menangani kasus tersebut diminta bekerja serius. Demikian pula dengan penegak hukum lainnya. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong mereka menghukum para pelaku dengan vonis berat.
Brigadir Nurhadi diduga dibunuh oleh dua atasannya. Yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra. Jasadnya ditemukan di dasar kolam renang di Gili Trawangan pada April lalu. Saat itu Yogi, Haris, dan Nurhadi berlibur bersama dengan dua orang perempuan. Mereka disebut mengkonsumsi obat-obatan terlarang, narkoba, dan minuman keras (miras).
Karena itu, Kompolnas mendesak agar para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut diberi hukuman berat. Apalagi bila melihat latar belakang pelaku dan korban yang sama-sama polisi. Menurut Komisioner Kompolnas Choirul Anam, latar belakang itu patut menjadi pertimbangan serius. Karena korban dan pelaku sama-sama penegak hukum.
”Kami berharap dengan konstruksi peristiwa yang jelas sanksinya harus maksimal, apalagi ini terkait pelakunya anggota, korbannya juga anggota, dua duanya memiliki dimensi yang serius dalam konteks kepolisian,” kata Anam pada Kamis (10/7).
Menurut mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM itu, seluruh aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut harus memiliki persepsi yang sama. Mereka wajib kompak. Hal itu bukan hanya ditujukan kepada polisi, melainkan kepada jaksa dan majelis hakim yang nantinya menyidangkan perkara tersebut.
”Jika memang faktanya terkait dengan fakta-fakta yang fakta pidananya memang maksimal, putusan hukumannya juga maksimal. Pentingnya putusan yang maksimal untuk membuat efek jera kepada siapa pun,” tegas dia.
Anam menyatakan bahwa instansinya juga akan mengawal secara serius penanganan kasus tersebut. Kompolnas akan mengirim tim ke NTB untuk mengikuti jalannya penanganan kasus itu.
”Kompolnas akan mengirim tim ke sana, Kompolnas akan turun, akan mengawasi langsung (penanganan kasus atas) peristiwa itu,” ujarnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
