Ilustrasi: Gedung KPK.(Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Cirebon. Kali ini, KPK memeriksa sejumlah saksi warga negara Korea Selatan (Korsel) yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Tim Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan ini membutuhkan waktu panjang, karena berkaitan dengan yurisdiksi hukum antarnegara.
"Kemudian terkait dengan penanganan perkara dugaan suap di Cirebon. Kami sampaikan bahwa perkara ini juga terkait dengan penanganan perkara di Korea Selatan," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/5).
Budi mengungkapkan, koordinasi dengan otoritas hukum di Korea Selatan menjadi langkah krusial dalam proses penyidikan.
"Sehingga dalam manajemen perkara atau pengaturan pemeriksaan, kita juga harus mengukur dan berhitung sehingga kenapa perkara ini kemudian juga baru kembali dilakukan oleh KPK," jelasnya.
Menurutnya, KPK harus menunggu izin resmi untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari warga negara Korea, yang dilakukan di wilayah hukum Korea Selatan.
"Karena KPK juga tentu harus menunggu izin untuk bisa melakukan pemeriksaan kepada para saksi dari warga negara Korea, di mana pemeriksaan itu juga dilakukan di wilayah yuridiksi Korea," tambahnya.
Proses birokratis antarnegara ini, lanjut Budi, menyebabkan pemeriksaan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
"Sehingga tentu itu membutuhkan waktu untuk KPK bisa melakukan pemeriksaan kepada para saksi," ucapnya.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa KPK berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi PLTU 2 Cirebon.
"Sehingga penanganan perkara ini menjadi komitmen bagi KPK untuk betul-betul menuntaskan penanganan perkara, khususnya terkait dengan dugaan suap di wilayah Cirebon," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
