Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Maret 2025 | 20.53 WIB

OPM Klaim 6 Guru dan Nakes yang Dibantai adalah Intelijen, Kapendam Cenderawasih: Modus Lama untuk Tutupi Kejahatan

Koops TNI Habema Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi para guru korban penyerangan kelompok OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Koops TNI Habema).

JawaPos.com - Papua kembali berduka. Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan aksi brutal dengan membunuh dan membakar hidup-hidup para guru serta tenaga kesehatan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat (21/3). Mereka berdalih bahwa korban adalah anggota atau agen intelijen militer.
 
Menanggapi tuduhan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Candra Kurniawan, S.E., M.M dengan tegas membantah klaim OPM. 
 
"Semua korban kebiadaban dari gerombolan OPM penjahat kemanusiaan itu korbannya jelas adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan anggota atau agen Militer. Silahkan bisa dikonfirmasi ke semua pihak terkait," tegas Kapendam, Minggu (23/3).
 
Lebih lanjut, Candra menyebut bahwa aksi biadab ini adalah pola lama OPM yang selalu mencari alasan untuk membenarkan kejahatan mereka.
 
"OPM gerombolan penjahat kemanusiaan memang seperti itu ketika membunuh masyarakat, kemudian OPM mencari sejuta alasan pembenaran. Kini masyarakat sudah mengetahui kebohongan OPM itu," imbuhnya.
 
 
Tak heran, lanjutnya, masyarakat luas terus mengecam dan menyebut OPM sebagai pelanggar HAM berat.
 
"OPM harus bertanggung jawab atas aksi biadabnya. Aparat keamanan akan bertindak tegas," kata Candra.
 
Diketahui, OPM membakar enam orang guru dan tenaga kesehatan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat (21/3). Pembantaian tersebut dilakukan bersamaan dengan pembakaran empat gedung sekolah dan satu rumah guru di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk. 
 
Identitas para korban belum berhasil diperoleh secara utuh. Namun, sejauh ini Kodam XVII/Cenderawasih telah mendapatkan inisial empat guru yang turut dibakar hidup-hidup oleh OPM. Yakni T, F, F, dan seorang tenaga kesehatan berinisial I. Sementara dua korban lainnya belum berhasil diketahui identitasnya.
 
Para guru dan tenaga kesehatan dari Distrik Heriyapini, Distrik Kosarek, Distrik Ubalihi, Distrik Nisikni, Distrik Walma dan Distrik Kabiyanggama, Kabupaten Yahukimo telah diungsikan menggunakan Pesawat Adventist Aviation berjumlah 58 orang, termasuk empat anak-anak dan seorang warga sipil.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore