
Pakar psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel hadir sebagai saksi ahli persidangan kasus pencabulan Mas Bechi. Grace Natashia/JawaPos.com
JawaPos.com - Psikolog Forensik Reza Indragiri menilai kasus bunuh diri sekeluarga di Penjaringan, Jakarta Utara harus dilihat dalam spektrum yang lebih luas. Bahkan menurutnya, kasus tersebut bisa saja tidak hanya sebatas bunuh diri melainkan pembunuhan juga.
"Saya melihat boleh jadi ada tanda-tanda bahwa ini di samping merupakan kasus bunuh diri juga merupakan maaf, kasus pembunuhan," kata Reza kepada wartawan, Selasa (12/3).
Reza mengatakan, anak yang ikut menjadi korban dalam peristiwa ini bisa terindikasi menjadi korban pembunuhan. Sebab, bisa saja anak tersebut dipaksa ikut dalam peristiwa bunuh diri.
Namun, apabila memang nantinya keempat orang dalam satu keluarga tersebut melakukan terjun bebas dari atas apartemen berdasarkan keinginan sendiri, maka bisa dibenarkan bila keempatnya melakukan bunuh diri.
"Namun karena pada kasus ini ada 2 orang anak, maka menurut saya dan saya yakin betul bahwa anak-anak tidak boleh dipandang sebagai pihak yang berkehendak untuk menghilangkan nyawa mereka sendiri. Anak-anak tidak boleh dipandang sebagai manusia yang memiliki konsensual atau kemauan atau kehendak untuk mengambil langkah yang sedemikian fatal," jelas Reza.
"Anak itu harus diposisikan sebagai korban, yaitu pihak yang dipaksa oleh pihak lain untuk melakukan aksi tersebut. Nah, terhadap dua anak itu maka alih alih disebut sebagai pelaku bunuh diri justru menurut saya tepat kiranya disebut sebagai korban," pungkasnya.
Sebelumnya empat orang tewas usai melompat dari lantai 22 Apartemen Teluk Intan Tower Topas Penjaringan Jakarta Utara pada Sabtu (9/3) sore. "Keempat korban diduga melompat dari roof top apartemen tersebut," kata Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya di Jakarta, Sabtu (9/3).
Kompol Agus mengatakan keempat korban itu adalah pria EA (50), perempuan berinisial AIL, dan dua anak remaja laki-laki berinisial JWA (13) dan remaja perempuan berinisial JL (16).
Menurut dia keempat jasad korban ditemukan petugas keamanan yang berjaga di lobi apartemen. Petugas itu mendengar ada suara dentuman keras dan langsung menghampiri dan melihat empat mayat yang terlentang dan langsung melapor ke polisi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
