
Ketua BP2MI Benny Rhamdani bersama ibu dan anak-anak korban perdangan orang di UEA yang berhasil dipulangkan. (Dok. BP2MI)
JawaPos.com - Sebanyak 101 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Uni Emirat Arab berhasil dipulangkan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan bahwa ratusan PMI yang mayoritas perempuan ini merupakan pekerja yang berangkat secara noprosedural pada lima tahun lalu.
"Ratusan Pekerja Migran Indonesia tersebut terdiri atas 46 ibu dan 55 anak, baik bayi maupun balita. Kalau kita melihat data mereka ini rata-rata berangkat di atas lima tahun lalu dengan cara nonprosedural, artinya mereka ini korban dari para sindikat (perdagangan orang, Red)," terang Benny dalam keterangan tertulisnya.
Benny menyebut pemulangan PMI non prosedural dari Uni Emirat Arab terlaksana atas fasilitasi dan kerja sama KBRI dengan otoritas Imigrasi UEA. "Pemulangan ini tidak lepas dari kolaborasi semua lembaga, pemulangan dari luar negeri merupakan tanggung jawab Kemenlu," ucap Benny.
Benny memastikan, pihaknya akan memfasilitasi pemulangan ratusan Pekerja Migran itu ke kampung halamannya masing-masing yang tersebar dari beberapa provinsi, di antaranya, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Sulawesi.
"Mereka akan kita pulangkan ke kampung halamannya masing-masing dan semua biaya tanggung jawab BP2MI,'' ujar dia.
"Ini sudah kesekian kalinya kami menerima PMI nonprosedural dari negara penempatan, sudah ratusan yang kami pulangkan ke kampung halamannya, tidak sedikit yang mengalami kekerasan fisik, sekali lagi ini kejahatan masa lalu," tegasnya.
Selain itu, Benny juga memastikan lembaga yang dinahkodai akan terus bekerja memberantas penempatan PMI nonprosedural. "Perlu saya sampaikan bahwa kejahatan kemanusiaan ini tidak bisa ditoleran, saya dan beserta jajaran BP2MI akan terus bekerja memberantas para sindikat," tegasnya.
Benny menegaskan, tidak akan tunduk sedikit pun kepada para sindikat PMI. Benny menegaskan lagi, lembaganya siap menabur genderang perang dengan para sindikat tersebut.
"Saya berulang kali katakan tidak yakin sedikit pun dengan bandar sindikat, saya sering katakan ayo kita perang demi merah putih dan masa depan anak bangsa," tuturnya.
Sementara, Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Danilo Dias memastikan akan ada pemdampingan bagi para pekerja migran saat sampai di kampung halaman.
"Jadi nanti dikembalikan ke daerah masing-masing terkait dengan psikologi anaknya atau ibunya nanti oleh Dinsos Kabupaten Kota masing-masing tadi secara langsung untuk mendampingi," kata Danilo.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
