Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Oktober 2023 | 16.09 WIB

Praktikno Akui Kemungkinan Akan Ada Reshuffle Usai Mentan Syahrul Yasin Limpo Mundur

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyapa wartawan saat tiba di Kantor Kementerian Pertanian pada acara pisah sambut. - Image

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyapa wartawan saat tiba di Kantor Kementerian Pertanian pada acara pisah sambut.

JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengakui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal melakukan reshuffle atau perobakan Kabinet Indonesia Maju. Hal ini menyusul mundurnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang tengah tersandung kasus dugaan korupsi. 
 
"Ya, konsekuensinya gitu (reshuffle), gitu ya," kata Pratikno di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (5/10) kemarin.
 
Pratikno menekankan, tindak lanjut di Kabinet Indonesia Maju setelah pengunduran diri Syahrul Yasin Limpo merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Ia enggan berspekulasi siapa sosok yang bakal menggantikan posisi Mentan tersebut.
 
 
"Kan ini kan surat (pengunduran diri) aja baru kami terima, tentu saja saya akan melaporkan dulu ke Pak Presiden. Nanti, tindak lanjutnya kami kabarkan segera," ucap Pratikno.
 
Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/10). Surat pengunduran diri dari itu telah diterima Mensesneg Pratikno.
 
"Saya sore ini datang meminta waktu Bapak Presiden dan diberi kesempatan melalui Mensetneg Pak Praktino untuk menyampaikan usul dan pengunduran diri saya sebagai menteri," ucap Syahrul Yasin Limpo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/10).
 
 
Ketua DPP Partai NasDem ini menjelaskan, alasan dirinya mengajukan surat pengunduran diri ingin serius menghadapi proses hukum. Hal ini setelah Syahrul Yasin Limpo diduga terseret dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).
 
"Alasan saya adalah ada proses hukum yang saya hadapi dan saya harus siap hadapi secara serius," ucap Syahrul.
 
 
Syahrul mengharapkan, publik tak langsung menghakimi dirinya secara sepihak. Ia meminta publik untuk mengikuti proses hukum yang berjalan di KPK.
 
"Walaupun saya berharap jangan ada stigma dan perception of innocence, maksudnya menghamkimi saya dulu. Karena tentu biarkan proses hukum berlangsung dengan baik dan saya siap hadapi," pungkas Syahrul.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore