Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2023 | 03.17 WIB

Kronologi Siswa di Demak Bacok Guru, Berawal Dari Rasa Sakit Hati

Kasat Reskrim AKP Winardi memimpin gelar perkara pembacokan di Mapolres Demak. Pelaku tidak dihadirkan karena masih dibawah umur. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG) - Image

Kasat Reskrim AKP Winardi memimpin gelar perkara pembacokan di Mapolres Demak. Pelaku tidak dihadirkan karena masih dibawah umur. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

JawaPos.com - Aparat Satreskrim Polres Demak telah menangkap siswa berinisial MAR (17) pelaku pembacokan terhadap Ali Fatkur Rohman (41) guru MA Yasua.

Sebelumnya pelaku ditangkap pada senin malam (25/9) di sebuah rumah kosong, tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB.

Melansir dari Radar Semarang petugas kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa sabit sepanjang 40 cm bergagang besi.

Kronologi kejadian ini dijelaskan oleh Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaya melalui Kasat Reskrim AKP Winardi.

Kejadian berawal ketika para guru MA Yasua tengah mempersiapkan perlengkapan untuk ulangan tengah semester pada sekitar pukul 07.00 senin (25/9).

Namun, saat itu pelaku berinisial MAR (17) tidak bisa mengikuti UTS dikarenakan belum menyelesaikan tugas persyaratan kenaikan kelas dengan batas akhir Sabtu, (23/9).

Sekitar pukul 07.30 pelaku berangkat ke sekolah menemui korban yang juga seorang guru olahraga Ali Fatkur Rohman dengan seorang guru Bahasa Arab bernama Nur Salim di halaman sekolah.

Hal ini dikarenakan saat itu guru lainnya sedang mengawasi pelaksanaan UTS.

Korban menyampaikan kepada Nur Salim mengenai dirinya yang belum menyelesaikan tugas dan Nur Salim menjawab bahwa akan memberi waktu lagi.

Saat itu, Ali Fatkur Rohman (korban) yang juga berada di situ menyampaikan bahwa pelaku sudah tidak bisa menyelesaikan tugasnya karena sudah terlambat dan habis waktunya.

Perkataan Ali Fatkur Rohman (korban) ini kemudian menimbulkan sakit hati bagi korban.

Ketika pelaku pulang ke rumah setelah menemui korban dan Nur Salim, pelaku terus kepikiran perkataan korban yang dinilai membuatnya sakit hati sehingga pelaku kemudian berniat untuk melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan sabit atau celurit.

Selanjutnya sekitar pukul 09.00 pelaku mengambil sabit yang tersimpan di belakang lemari dan menyembunyikannya dengan cara diselipkan di pinggang belakang, tertutup baju seragam.

Pelaku kemudian kembali ke sekolah untuk menemui korban.

“Pelaku naik sepeda motor dari rumah menuju sekolah untuk menemui korban. Ketika melihat korban berada di depan ruang 5, pelaku memarkirkan sepeda motornya di depan ruangan tersebut,” Jelas Kapolres.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore