
Seorang PMI bernama Ida akhirnya kembali pulang ke Tanah Air setelah terlunta-lunta di Dubai, Uni Emirat Arab. (Dok. BP2MI)
JawaPos.com - Ida, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), akhirnya bisa bernapas lega. Setelah terlunta-lunta di Dubai Uni Emirat Arab (UEA), kini wanita 30 tahun tersebut akhirnya berhasil pulang ke tanah air, tepatnya di Cianjur, Jawa Barat.
Kedatangan Ida disambut langsung oleh Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani. Ida tiba di Kantor BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/8) sekira pukul 17.30 WIB.
"Alhamdulillah bersyukur banget saya bisa pulang. Nanti bisa ketemu keluarga, terima kasih untuk semuanya yang bisa membantu saya," kata Ida dari keterangan tertulis BP2MI.
Ida pun tak kuasa menahan tangis, mengingat bagaimana ia menjalani kehidupannya saat di Dubai. Ia mengatakan bahwa dirinya berangkat ke Dubai pada tahun 2022 melalui agency. Ida diiming-imingi kerja enak dan layak serta gaji besar. Setelah membayar dan mengurus adminitrasi ia pun berangkat.
Sesampainya di Dubai, Ida masuk agen selama tiga hari dan mendapat majikan. Ida diterima bekerja sebagai asisten rumah tangga. Setelah bekerja selama 7 bulan, Ida mendapat tawaran kerja melalui Facebook.
"Majikan pertama kurang baik, kurang makanan dan kerjaan banyak. Jadi saya pilih pindah," ucap Ida.
Ida menuturkan, pada akun Facebook itu menawarkan kerja yang lebih baik dan gaji bagus. Setelah setuju, Ida pun dijemput mobil. Ia keluar pada malam hari untuk menuju tempat kerjaan barunya.
"Tapi ternyata tidak ada kerjaan yang bagus. Saya langsung dibawa ke shelter atau tempat penampungan," ungkap Ida.
Di shelter tersebut sudah banyak orang dari berbagai negara seperti Bangladesh, Nepal dan lainnya. "Di shelter saya dikasih tempat tidur ukuran kecil dan itu untuk berdua. Alhamdulillah saya tidak mendapat pemukulan disana," ucapnya.
Diketahui, pemulangan Ida bermula dari video dua anak Ida bernama Herawati, 15 dan Muhammad, 11 viral. Mereka meminta ibunya yang bernama Ida dipulangkan.
Dalam video tersebut, kedua anak Ida menyebut ibunya diberangkatkan ke Dubai dan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.
Sementara, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan keberhasilan pemulangan Ida ke tanah air merupakan berkat kerja sama kolaboratif antara kementerian/lembaga, yakni Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial dan juga BP2MI.
"Ini menjadi peringatan, apapun penempatan secara tidak resmi akan mengandung resiko yang membahayakan pekerja migran Indonesia," kata Benny.
Dari kasus ini, juga telah ditangkap seorang laki-laki berinisial R yang telah membujuk Ida untuk berangkat secara ilegal ke Dubai. Namun satu orang yang merupakan atasan R, yang berinisial T masih dalam pencarian kepolisian.
"Tersangka atas nama Rahmat masih dalam penanganan Polres Cianjur. dan atas inisial T, yang memodali juga masih dikejar. Itu juga menjadi target untuk diproses hukum dan dipenjarakan," kata Benny.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
