Tim gabungan TNI/Polri menyisir hutan menyusul pemanahan oleh orang tidak dikenal di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Rabu (28/6/2023).
JawaPos.com - Tim gabungan TNI dan Polri menyisir hutan di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Hal ini dilakukan guna mencari pelaku dugaan penyerangan terhadap warga setempat di hutan Halmahera.
Kapolres Halmahera Tengah AKBP Faidil Zikri, mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel gabungan untuk menindaklanjuti insiden pemanahan oleh orang tak dikenal terhadap warga setempat di hutan Patani Timur dan Weda Timur.
"Kami telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), lidik untuk mencari bukti-bukti dan petunjuk, memeriksa korban dan saksi, dan melakukan penyisiran TKP untuk mencari pelaku gabungan dengan BKO polda, terdiri dari resmob dan brimob, menggandeng koramil, satgas," kata Faidil saat dihubungi dari Ternate, dikutip dari Antara Rabu (28/6)
Menurut dia, aparat gabungan tersebut terdiri atas personel Koramil Patani, Polda Malut, resmob, personel Polres Halteng Samapta, Resmob Cokaiba, serta personel Polsek Patani dan Polsek Weda Utara.
Faidil mengatakan kendala yang dihadapi saat ini adalah cuaca dan kondisi kabut tebal, sehingga memengaruhi jarak pandang personel melakukan penyisiran, serta terbatasnya petunjuk di lokasi.
Dia menambahkan pihaknya saling bahu-membahu untuk mengungkap kasus tersebut agar masyarakat senantiasa diberi kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.
"Kami tidak akan tinggal diam dan akan berusaha semaksimalnya untuk ungkap perkara ini. Oleh karena itu, saya berharap kepada masyarakat agar tetap tenang dan jangan terprovokasi dengan isu-isu yang dapat merugikan kita semua. Mari kita saling bahu-membahu guna mendapatkan pelaku serta menjaga kamtibmas di Patani, Weda timur, dan sekitarnya," katanya.
Kasus penyerangan warga oleh orang tak dikenal terjadi di Patani Timur hingga mengakibatkan seorang korban mengalami luka di bagian rusuk akibat terkena busur panah.
Korban pemanahan itu ialah seorang warga desa Damuli, Kecamatan Patani Timur, bernama Jubair Jafar (44), yang merupakan seorang petani.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/6), sekitar pukul 07.00 WIT, di mana korban berangkat dari rumah menuju ke kebun kelapa, tepatnya di lokasi Gonwle, Kecamatan Patani Timur, untuk mengambil kopra.
Setibanya di kebun kelapa, korban langsung mengambil tempat air dan saat turun ke sungai tiba-tiba dia mendengar suara dari arah barat dan terkena busur panah.
Pewarta : Abdul Fatah

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
