
TANPA KENDALI: Bus yang membawa rombongan peziarah dari Tangerang Selatan terjun ke jurang di kawasan objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (7/5).
JawaPos.com - Polres Tegal, Jawa Tengah, menduga ada kelalaian dari sopir dan kernet bus yang terperosok ke sungai di kawasan Guci. Kelalaian itu karena sopir dan kernet tidak ada di dalam bus saat kendaraan kondisinya menyala dan ada penumpang.
"Analisis kita sementara mengarah kesana, karena seharusnya seorang sopir memiliki tanggung jawab untuk selalu berada di ruang kemudi, terlebih bus tersebut sudah dinaiki oleh penumpang dan kondisi juga bus dalam keadaan menyala," kata Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (9/5).
Sajarod mengatakan, saat mobil dinyalakan oleh kernet, sopir berada di luar kendaraan. Sang kernet juga meninggalkan bus setelah menyalakan mesin. Sehingga di dalam bus hanya ada para penumpang dengan kondisi mesin bus menyala.
"Kejadian itu tidak akan pernah terjadi apabila ada yang bertanggung jawab, yang bertanggung jawab siapa? Yakni sopir atau kernet yang ada di ruang kemudi," jelasnya.
Meski begitu, saat ini status sopir dan kernet masih menjadi saksi. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti termasuk keterangan saksi.
"Ini nanti masih kita akan kumpulkan data-data keterangan dari para saksi, dari hasil pengecekan kendaraan bus tersebut dan juga dari ahli-ahli yang lainnya untuk nanti akan kita gelarkan," pungkas Sajarod.
Sebelumnya, Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun, menuturkan bahwa bus pariwisata yang terperosok ke sungai di kawasan Guci, tengah dipanasi mesinnya. Namun, kondisi bus berhenti memang di jalanan yang menurun.
"Bus sedang dipanasi dan sudah diganjal dan juga pake hand rem, posisi tempat parkir agak menurun. Ini masih diselidiki kenapa bus bisa jalan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (7/5).
Adapun yang memanaskan mesin bus itu, kata Sajarod adalah kernet bus tersebut. Sedangkan sopir sedang berada di luar bus. Bus ini mengangkut 50 orang dari Tangerang Selatan. Namun, saat peristiwa terjadi, 13 penumpang belum masuk ke dalam bus. Selain 2 korban tewas, 35 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
"Dari manifest 50 orang (penumpang), tapi di dalam bus saat kejadian ada 37, sisanya 13 belum naik," pungkas Sajarod.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
