Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 April 2023 | 14.38 WIB

Mawar Siswi SMP Korban Pemerkosaan Beberapa Pria Masih Ingin Sekolah, Pemkot Surabaya Bantu Fasilitasi

Ilustrasi pemerkosaan. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi pemerkosaan. Dok. JawaPos

JawaPos.com – Mawar (nama samaran) seorang siswi SMP negeri di Surabaya Utara yang menjadi korban perkosaan oleh beberapa pria pada Desember 2022 lalu di Jalan Simo, masih ingin melanjutkan pendidikannya meskipun tengah mengandung.

Terkait keinginan remaja 15 tahun ini, Kepala DP3A-PPKB Surabaya Ida Widayati mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya terkait proses pembelajaran di sekolah.

“Bagaimana metodenya nanti ketika hamil besar tetap mendapatkan pendidikan. Apakah dengan daring atau home schooling. Sudah kami koordinasikan dengan Pak Yusuf (Kadispendik Yusuf Masruh, Red.),” kata Ida, dikutip dari Radar Surabaya Sabtu (29/4).

Nantinya ketika melahirkan, Ida mengaku telah mempersiapkan tempat persalinan. Dinas Kesehatan (Dinkes) bakal melakukan pendampingan hingga tumbuh kembang bayi yang dikandung.

“Kami kolaborasi dengan puskemas terdekat di rumahnya. Pemeriksaan kehamilan, tumbuh kembang bayi. Jangan sampai bayinya stunting. Itu sudah kami antisipasi,” ungkap Ida.

“Kalau selesai melahirkan dari rumah sakit, kita amankan ke shelter. Buat tenang dahulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh mengaku sudah berkoordinasi dengan SMPN di Surabaya Utara tempat remaja tersebut bersekolah. Tentu ada prioritas khusus agar Mawar tetap semangat belajar. “Kalau modelnya nanti bisa daring. Yang penting tidak lepas dengan guru dan belajar,” kata Yusuf.

Dispendik juga memperintahkan sekolah tersebut untuk melakukan home visit setiap hari. “Home visit untuk memantau sekaligus memberikan tugas-tugas belajar,” ujarnya.

Berkaca dari kejadian tersebut, Yusuf mengimbau para guru di Surabaya untuk bersinergi dengan wali murid serta lingkungan. Sebab, para guru tidak bisa memantau anak didiknya ketika berada di luar sekolah. “Yang jelas, nanti akan ditambah pembelajaran-pembelajaran yang sifatnya di luar akademik agar siswa dapat mengerem perilaku di luar lingkungan sekolah atau lingkungannya sehari-hari,” tegas Yusuf.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore