
GAGALKAN EKSPOR ILEGAL: Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Agung PRasetiawan (kiri) meninjau kontainer yang disita dari kapal MV Mathu Bhum. (AFP)
JawaPos.com - Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) I Belawan menangkap kapal bernama lambung MV Mathu Bhum. Kapal itu dijaring di perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (4/5). Langkah tersebut dilakukan lantaran kapal berbendera Singapura itu mengangkut minyak sawit mentah yang diduga bakal diekspor ke beberapa negara.
Sesuai arahan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang merujuk pada perintah Presiden Joko Widodo, untuk sementara waktu pemerintah melarang ekspor crude palm oil (CPO). ”Penghentian, pemeriksaan, dan penangkapan tersebut dilakukan oleh KRI Karotang-872,” ungkap Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan kepada awak media.
Dia mengungkapkan, penangkapan MV Mathu Bhum dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal itu lantas digiring menuju Pelabuhan Belawan. ”Untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” imbuh Agung. Hasilnya, kapal tersebut memiliki 29 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah itu, 24 di antaranya merupakan warga negara Thailand. Lima lainnya berpaspor Malaysia.
Berdasar keterangan para ABK tersebut, MV Mathu Bhum hendak bertolak ke Port Klang di Malaysia. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke Singapura dan Thailand. Dari pemeriksaan itu pula, TNI-AL mendapati 436 kontainer yang dibawa oleh kapal tersebut. Sebanyak 34 kontainer di antaranya berisi refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein. Padahal sejak 28 April lalu, produk tersebut dilarang diekspor.
Agung menegaskan bahwa jajarannya mengambil langkah tegas sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sejak larangan ekspor CPO dan berbagai produk terkait berlaku, Yudo langsung memerintah anak buahnya untuk memelototi kapal-kapal yang masih nekat mengangkut CPO dan lainnya ke luar negeri. ”Saya hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh presiden,” tegas Yudo. ”Karena presiden sudah melarang ekspor, berarti kapal-kapal yang nekat berangkat untuk ekspor CPO kami tangkap,” tambah dia.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
