
Mark Sungkar keluar dari rutan dijemput oleh istri./Abdul Rahman
JawaPos.com - Mark Sungkar, ayah Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar, menyatakan keberatan atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap dirinya. Vonis itu sudah dibacakan pada Jumat (9/7) kemarin.
Hakim memutuskan Mark Sungkar bersalah dalam kasus korupsi dana Pelatnas Asian Games Triathlon 2018. Hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan, meminta Mark Sungkar mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 694 juta, dan denda sebesar Rp 50 juta atau satu bulan penjara apabila denda itu tidak dibayarkan.
Hakim dalam amar putusannya juga menyatakan Mark Sungkar sebagai tahanan kota yang kemungkinan sisa hukuman akan dijalani tidak di dalam penjara.
Mark Sungkar dengan tegas menyatakan keberatan dan kekecewaannya. Hal itu karena vonis tersebut tetap mendudukkan dirinya tetap sebagai seorang koruptor. Sementara Mark Sungkar menegaskan sama sekali tidak merasa melakukan tindak pidana korupsi.
"Seandainya malam ini diputuskan saya tahanan kota satu hari saja dan saya menerima, itu artinya saya menerima saya koruptor. Demi Allah saya tidak terima (korupsi) karena tidak ada yang saya nikmati," kata Mark Sungkar di PN Jakarta Pusat usai sidang putusan Jumat (9/7).
Dia menegaskan dana yang diperoleh dari negara diberikan kepada yang berhak sesuai dengan aturan yang semestinya. Dana itu diberikan kepada pelatih, atlet, dan yang lainnya.
Mark Sungkar mengaku sangat kecewa pada aturan terkait pencairan keuangan yang diterapkan pihak Kemenpora yang kerap berubah. Menurutnya, andai ada kejelasan dari awal, pihaknya bisa mencarikan dana untuk menalangi kebutuhan selama sekitar satu tahun persiapan atlet dan pelatih.
"Uang itu pada turun pada hari H ketika lomba sudah dilaksanakan. Persiapan selama 1 tahun mereka tidak peduli. Artinya cabor (cabang olah raga) harus mendanai semuanya," tuturnya.
Mark Sungkar lebih lanjut mengatakan, atlet dan pelatih sampai harus angkat kaki dari hotel tempat mereka menginap mengingat beberapa bulan tidak ada pembayaran sama sekali ke pihak hotel. "Januari sampai April tidak dibayar. Anda sebagai pemilik hotel kira-kira bagaimana? Dan atlet, pelatih sebagai yang menempati hotel itu kira-kira bagaimana rasanya? Pembayaran tadi tidak turun karena undang-undang berubah setiap saat," tuturnya.
"Awalnya rapat Pleno di Kemenpora saya hadir, pemerintah peraturannya dalam SK yang turun, uang tidak akan disalurkan melalui cabor. Untuk hotel kontrak langsung, kemudian honor atlet, pelatih ditransfer langsung. Saya yang paling vokal mendukung ini. Karena apa? Cabor jangan dipusingkan dengan laporan keuangan," imbuhnya.
Mark Sungkar mengaku dirinya dikriminalisasi dalam kasus yang menjeratnya ini. Sebab, dia mengklaim termasuk orang yang vokal menolak adanya oknum yang mempermainkan dana Asian Games.
"Saya jelas-jelas diminta, bukan saya saja seluruh cabor dipalak 10, 20 sampai 30 persen. Makanya saya dikriminalisasi," akunya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022