
Photo
JawaPos.com – Sekitar tujuh jam Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan di Bareskrim terkait kerumunan yang melibatkan Rizieq Syihab. Dia menjelaskan izin acara peletakan batu pertama di Megamendung, Bogor, dan keputusan Polda Jawa Barat yang melakukan pendekatan humanis.
Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– menuturkan, Jabar merupakan daerah otonom yang wali kota dan bupati di wilayah tersebut dipilih melalui pilkada.
Mereka memiliki kewenangan otonom. Salah satunya dalam hal perizinan. ”Berbeda dengan DKI Jakarta yang tidak memiliki daerah otonom,” urainya.
Karena itu, tidak semua urusan teknis merupakan tanggung jawab gubernur. Meski, secara moril merupakan tanggung jawab seorang gubernur. ”Dalam kondisi itu, peristiwa ini harus dipahami sesuai dengan aturan undang-undang,” paparnya di lobi Bareskrim Polri kemarin (20/11).
Terkait kronologi terjadinya kerumunan di Megamendung, awalnya panitia melaporkan adanya pelaksanaan salat Jumat dan peletakan batu pertama ke camat dan satgas kabupaten. ”Bukan acara besar yang mengundang banyak orang, tapi acara rutin,” tuturnya.
Kodim sudah mengingatkan adanya potensi kerumunan. Namun, pada hari pelaksanaan, terjadi euforia dari masyarakat yang tidak mengikuti acara, tapi hanya ingin melihat. ”Itulah yang membuat situasi masif. Dalam kondisi semacam itu, ada dua pilihan, represif membubarkan kerumunan atau pendekatan humanis,” jelasnya.
Dengan jumlah massa yang sudah besar, potensinya cenderung terjadi gesekan. Maka, Polda Jabar melakukan pendekatan humanis. ”Walau akhirnya memberikan konsekuensi ke institusi kepolisian yang saya hormati,” jelasnya.
Sesuai dengan peraturan di Jabar, semua pelanggaran protokol kesehatan harus disanksi. Untuk wilayah Jabar, sudah ada 600 ribu pelanggaran protokol kesehatan yang diberi sanksi. ”Sebanyak 80 persen pelanggaran individu dan 20 persen pelanggaran institusi,” ujarnya.
Kemudian, telah dilakukan swab test terhadap 400 warga di Megamendung. ”Kesimpulannya, kerumunan itu membahayakan, lima positif,” terangnya.
Dia mengingatkan bahwa penanganan Covid-19 sangat melelahkan. Solusinya sudah begitu dekat, yakni vaksin. ”Kalau hasilnya baik, bisa dipergunakan. Tapi, sulit bila tidak ada kerja sama masyarakat,” ujarnya.
Menurut Emil, sejumlah kegiatan memang sudah diperbolehkan, tapi harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB). ”Jangan dengan pola lama, (kegiatan) mengundang ribuan orang,” ujarnya.
Baca juga:

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
