
Masyarakat yang terlibat perang antara warga saat membawakan senjata tradisional. Marius Frisson Yewun/Antara
JawaPos.com–Masyarakat Kampung Meagama, Distrik Hubikosy dan Kampung Wukahilapok, Distrik Pelebaga, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sepakat menghentikan perang tradisional yang mengakibatkan delapan orang luka-luka dan sejumlah rumah adat dibakar.
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen seperti dilansir dari Antara di Wamena mengatakan, mediasi perwakilan tokoh kedua kampung sudah dilakukan. ”Sudah ada kesepakatan damai atau meletakkan busur panah dan tidak berperang,” kata Dominggus Rumaropen pada Minggu (23/8).
Dominggus mengatakan, selanjutnya denda adat terkait pembunuhan antara kedua pihak akan diselesaikan secara adat di rumah adat (honai). ”Denda adat dan sebagainya akan dibawa ke honai kemudian mereka akan bicara (menyelesaikan),” terang Dominggus Rumaropen.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
