Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 23.16 WIB

Prajurit TNI Tewas Diserang, PBB Desak Kongo Lakukan Investigasi

Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Victor Hasudungan Simatupang bersama Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menyampaikan keterangan pers di Mabes TNI. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com) - Image

Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Victor Hasudungan Simatupang bersama Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menyampaikan keterangan pers di Mabes TNI. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Proses investigasi terhadap gugurnya prajurit TNI Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi dalam misi perdamaian di Kongo, Afrika. Berdasarkan laporan yang diterima, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta kepada Kongo untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Sampai sekarang PBB sudah mendesak negara Kongo untuk mencari tahu siapa yang melakukan tindakan tersebut," kata Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Victor Hasudungan Simatupang di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (26/6).

Victor mengatakan, dalam proses investigasi ini turut melibatkan sejumlah pihak. Seperti Military Police PBB, aparat setempat Kongo, hingga pihak-pihak yang berada di lokasi saat penyerangan terjadi. "Beberapa hari yang lalu anggota kita sudah dimintai keterangannya apa yang terjadi di lapangan," imbuhnya.

Selain itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga akan mendorong pemerintah Kongo untuk segera menyelesaikan kasus penyerangan tersebut. "Kemlu kita nanti meminta KBRI kita yang ada di Kenya untuk mengirimkan nota diplomat ke Pemerintahan di Kongo," pungkas Victor.

Sebelumnya, kabar duka datang dari Satuan Tugas (Satgas) Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang tengah bertugas di Republik Demokratik Kongo. Serma Rama Wahyudi gugur setelah dada kirinya tertembus timah panas yang diduga milik Allied Democratic Forces (ADF). Rama merupakan prajurit TNI-AD. Dia berdinas di Kongo di bawah naungan PBB.

Melalui keterangan resmi yang sampaikan Mabes TNI, Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M.P. Sibuea mengungkapkan bahwa prajurit TNI di bawah komandonya sedang melaksanakan misi perdamaian di Kongo. Rama gugur setelah rombongan prajurit TNI di sana diserang kelompok bersenjata pada Senin (22/6). Insiden itu dilaporkan terjadi pukul 17.30 waktu Kongo.

Sibuea menjelaskan, anak buahnya diserang setelah mengirimkan logistik ke temporary operation base (TOB) yang tengah membangun Jembatan Halulu. Saat kembali ke central operation base (COB), rombongan prajurit TNI dihalau. Mereka dihujani tembakan. Meski dikawal dua unit kendaraan tempur, tembakan itu melukai dua prajurit TNI.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=7EOKPMZvfqE

https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

https://www.youtube.com/watch?v=tkiyPoh5HBY

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore