Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 April 2020 | 21.10 WIB

Polri Diminta Tangkap Otak di Balik Kelompok Anarko

Ilustrasi aksi vandalisme saat perayaan hari buruh. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi aksi vandalisme saat perayaan hari buruh. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri dapat segera menangkap otak dibalik kelompok Anarko yang tiba-tiba muncul di tengah mewabahnya Covid-19. Meski memang, IPW menilai hal itu mustahil bakal terungkap.

"IPW berharap Polri bisa segera menangkap otak di balik kelompok Anarko ini," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangannya, Mingggu (15/4).

IPW, lanjut Neta, meyakini Polri mampu menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Terlebih, ada sesuatu yang sangat aneh dengan kemunculan kelompok yang disebut sebut sebagai Anarko.

"Mereka muncul dan menyebar vandalisme dimana mana, yang seolah olah memberitahukan bakal ada penjarahan besar besaran pada 18 April 2020. Uniknya, vandalisme tersebut sudah ada dummynya, sehingga tinggal disemprot dengan cat pilox ke berbagai tempat, terutama tembok," beber Neta.

Neta menyebut, bisa terlihat kelompok tersebut secara tiba tiba muncul dan seolah olah terlihat terstruktur, sistematis, dan masif. Menurutnya, kelompok tersebut bekerja untuk menyikapi isu yang berkembang di masyarakat pasca pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus korona atau Covid-19.

"Kelompok Anarko ini sepertinya sedang mengukur kegelisahan publik dan sekaligus hendak mengukur kadar anarkisme di masyarakat pasca PSBB. Sehingga bisa disimpulkan kerusuhan dan penjarahan yang mereka sebut sebut dalam pampletnya itu sendiri sebenarnya tidak ada dan tidak akan terjadi," tegas Neta.

Oleh karena itu, Neta mengapresiasi jajaran kepolisian yang sudah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi gerakan kelompok Anarko. Apa yang dilakukan jajaran kepolisian adalah bagian utama dari fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Terutama saat ini dimana masyarakat sedang resah menghadapi wabah korona," tukasnya.

Sebelumnya, tengah pandemi Covid-19, warga Kota Tangerang, Banten digegerkan dengan sejumlah aksi vandalisme yang dilakukan sekelompok orang. Mereka membuat tulisan bernada berita bohong atau hoax dan provokatif.

Setelah dilakukan pengejaran, polisi berhasil mengamankan 5 orang pelaku.
Mereka adalah MRR, 21; AAM, 18; RIAP, 18; RJ, 19; dan RK. Para pelaku ini membuat tulisan dengan kalimat ‘sudah krisis saatnya membakar‘ dengan cat pilox di tembok sebuah toko di Pasar Anyar Jalan Kiasnawi Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang.

Masih di komplek pasar yang sama, pelaku juga membuat tulisan lain dengan kalimat ‘kill the rich‘, disertai lambang huruf ‘A‘ layaknya lambang anarki. Pelaku juga membuat tulisan lain yakni ‘mati konyol, apa mati melawan‘ di tembok Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore