
Ilustrasi aksi vandalisme saat perayaan hari buruh. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri dapat segera menangkap otak dibalik kelompok Anarko yang tiba-tiba muncul di tengah mewabahnya Covid-19. Meski memang, IPW menilai hal itu mustahil bakal terungkap.
"IPW berharap Polri bisa segera menangkap otak di balik kelompok Anarko ini," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangannya, Mingggu (15/4).
IPW, lanjut Neta, meyakini Polri mampu menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Terlebih, ada sesuatu yang sangat aneh dengan kemunculan kelompok yang disebut sebut sebagai Anarko.
"Mereka muncul dan menyebar vandalisme dimana mana, yang seolah olah memberitahukan bakal ada penjarahan besar besaran pada 18 April 2020. Uniknya, vandalisme tersebut sudah ada dummynya, sehingga tinggal disemprot dengan cat pilox ke berbagai tempat, terutama tembok," beber Neta.
Neta menyebut, bisa terlihat kelompok tersebut secara tiba tiba muncul dan seolah olah terlihat terstruktur, sistematis, dan masif. Menurutnya, kelompok tersebut bekerja untuk menyikapi isu yang berkembang di masyarakat pasca pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus korona atau Covid-19.
"Kelompok Anarko ini sepertinya sedang mengukur kegelisahan publik dan sekaligus hendak mengukur kadar anarkisme di masyarakat pasca PSBB. Sehingga bisa disimpulkan kerusuhan dan penjarahan yang mereka sebut sebut dalam pampletnya itu sendiri sebenarnya tidak ada dan tidak akan terjadi," tegas Neta.
Oleh karena itu, Neta mengapresiasi jajaran kepolisian yang sudah melakukan deteksi dini untuk mengantisipasi gerakan kelompok Anarko. Apa yang dilakukan jajaran kepolisian adalah bagian utama dari fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Terutama saat ini dimana masyarakat sedang resah menghadapi wabah korona," tukasnya.
Sebelumnya, tengah pandemi Covid-19, warga Kota Tangerang, Banten digegerkan dengan sejumlah aksi vandalisme yang dilakukan sekelompok orang. Mereka membuat tulisan bernada berita bohong atau hoax dan provokatif.
Setelah dilakukan pengejaran, polisi berhasil mengamankan 5 orang pelaku.
Mereka adalah MRR, 21; AAM, 18; RIAP, 18; RJ, 19; dan RK. Para pelaku ini membuat tulisan dengan kalimat ‘sudah krisis saatnya membakar‘ dengan cat pilox di tembok sebuah toko di Pasar Anyar Jalan Kiasnawi Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang.
Masih di komplek pasar yang sama, pelaku juga membuat tulisan lain dengan kalimat ‘kill the rich‘, disertai lambang huruf ‘A‘ layaknya lambang anarki. Pelaku juga membuat tulisan lain yakni ‘mati konyol, apa mati melawan‘ di tembok Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
