Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Februari 2019 | 01.55 WIB

Ratusan Personel Polri Amankan Kunjungan Pangeran Arab Saudi

Ratusan polisi disiagakan untuk mengamankan debat Capres dan Cawapres. (Dok JawaPos.com) - Image

Ratusan polisi disiagakan untuk mengamankan debat Capres dan Cawapres. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) siap mengamankan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) saat berkunjung ke Indonesia. Ratusan personel pun diterjunkan.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo berkata, setidaknya ada 307 personel Polri yang diterjunkan. "Dibagi menjadi beberapa Satgas Intelijen, Sabhara, lalu lintas, Brimob, Pam Obvit, Krimum kemudian Satgas Polres yaitu Jaksel, Jakpus dan Jaktim," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/2).


Pengamanan difokuskan pada jalur, pengawalan VIP, dan objek yang akan dikunjungi MBS. Adapun anak Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dikabarkan berkunjung ke Istana Negara dan Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat pada 18-19 Januari 2019.


"Leading sektor Kodam jaya. Polri ring 2 dan 3. Objek 4 Ring. Jalur gabungan TNI-Polri. Rangkaian pengawalan di depan dan belakang," jelas Dedi.


Soal adakah permintaan khusus MBS saat berkunjung nanti, Dedi mengatakan belum mengetahuinya. "Diminta atau tidak, kewajiban negara menerima kunjungan tamu negara," tegas dia.


Begitu pula soal tujuan kedatangan MBS. Katanya itu menjadi ranah pemerintah untuk menjelaskan. Pihaknya hanya bertugas untuk melakukan pengamanan.


Diberitakan sebelumnya, Pangeran Mohammed ingin mengunjungi Indonesia pada Desember lalu. Itu sebagai bagian dari rangkaian lawatan ke sejumlah negara Asia, termasuk China, India, Pakistan, Malaysia. Kedatangannya ke sejumlah begara di Asia digadang-gadang sebagai upaya 'memoles kembali citra Saudi'.


Sementara itu, pada 2017 lalu, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saudi, ayah MBS mengunjungi Indonesia. Itu menjadi kunjungan pertama seorang Raja Saudi dalam 47 tahun terakhir.


Saat mengunjungi Indonesia, Raja Salman menandatangani kesepakatan senilai USD 1 miliar untuk mendanai berbagai proyek pembangunan. Namun jumlah tersebut ternyata jauh lebih kecil dari investasi USD 25 miliar yang diharapkan oleh pemerintah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore