Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Januari 2019 | 11.05 WIB

Dicabuli Paman Berkali-kali, Siswi SD Ini Lahirkan Bayi Laki-laki

ilustrasi pencabulan - Image

ilustrasi pencabulan

JawaPos.com - Malang benar dialami Bunga (bukan nama sebenarnya), murid salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Putri 13 tahun itu dicabuli pamannya sendiri sampai hamil dan melahirkan. Kasus tersebut pun menjadi perhatian Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Pontianak.


Direktur YNDN Pontianak, Devi Tiomana mengungkapkan, kasus asusila yang dialami bocah di bawah umur itu terjadi Desember 2018. Pelaku pencabulan sudah diproses pihak Polres Mempawah.


"Korban masih berstatus pelajar aktif dan sekarang duduk di kelas 6 SD, di salah satu sekolah di Kecamatan Batu Ampar," katanya dikutip Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Senin (28/1).


Sang guru yang membongkar kehamilan anak malang tersebut. Sebab secara kasat mata, fisik korban sudah tak normal. Perutnya bengkak. Seperti orang hamil.


"Lalu, sang guru menginterogasi korban. Dan membawa korban ke pos polisi terdekat di Kecamatan Batu Ampar," jelasnya.


Awalnya, korban tertutup. Karena itu, guru dan polisi memutuskan membawa korban ke Puskesmas. Untuk diperiksa perutnya. "Setelah diperiksa, ternyata anak ini sudah hamil 8 bulan," jelasnya. 


Dari situ mulai terkuak. Korban membuka semuanya kepada gurunya dan polisi. Bocah SD itu mengaku telah dicabuli pamannya sendiri.


"Sekarang korban sudah melahirkan. Bayinya selamat dan sehat," tegasnya.


Untuk dapat melahirkan, Bunga membutuhkan perjuangan berat. Dia harus berada di meja operasi. Melalui operasi cesar, Bunga melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,6 kg dan panjang 46 cm.


Devi memastikan, YNDN akan mengawal kasus tersebut. Korban akan diberi pendampingan khusus. Supaya tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Agar punya masa depan.


"Penangannya tidak boleh terburu-buru. Korban harus diberikan pemulihan psikis dan  fisik," jelasnya.


Proses pendampingan korban akan dilakukan secara menyeluruh. Apalagi korban harus dipersiapkan untuk menjalani persidangan nanti. Masalah anak yang dilahirkan juga akan dibicarakan dengan kerabat Bunga.


“Siapa yang berkenan merawatnya. Kan gitu," ucapnya.


Devi mengatakan, perbuatan pelaku jelas kejahatan seksual luar biasa. Karena itu, dia berharap pelaku diadili seberat-beratnya. Apalagi, pelaku adalah paman korban sendiri.


Harusnya sang paman bisa melindungi korban. Namun sebaliknya, sang paman korban justru menjadi predator yang sangat kejam.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore