Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Juni 2018 | 17.15 WIB

Sebut jadi Korban Politik, Begini Penjelasan Bupati Tulungagung

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (10/6). - Image

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo usai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (10/6).

JawaPos.com - Secara mengejutkan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo membuat sensasi. Saat dinyatakan buron oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia malah terlihat dalam sebuah video pendek yang kemudian viral di media sosial (medsos).


Dalam tayangan tersebut Syahri sempat menyebut dirinya menjadi korban politik. Sehingga mengakibatkan dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) komisi antirasuah.


Ditemui usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Syahri mengatakan alasannya menyebut seperti itu dikarenakan di Tulungagung saat ini sedang digelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sehingga ia menduga ada permainan politik atas penangkapannya.


"Intinya bahwa hari ini di sana (Tulungagung) ada Pilkada," ungkap Syahri di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/6).


Meski demikian, Syahri mengaku mengormati proses hukum yang berjalan. Bupati itu akan mengikuti proses hukum sebagaimana mestinya.


"Kami menghormati proses (hukum)," tegasnya.


Disinggung terkait jumlah uang yang diduga didapat dari hasil korupsi, Syahri tidak banyak komentar. Ia menyerahkan hal itu kepada penyidik.


"(Soal uang) ditanyakan ke penyidik ya," pungkas Syahri.


Sebagaimana diketahui, orang nomor satu di daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia tersebut muncul dalam sebuah video berdurasi 28 detik. Dalam video tersebut, Syahri tampak duduk di atas sofa di sebuah ruangan tersembunyi.


Mengenakan kemeja motif kotak-kotak merah bergaris hitam, Syahri sempat menyinggung bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK merupakan bentuk penzaliman.


Dia mengklaim bahwa dirinya hanya menjadi korban politik. Selebihnya, dia meminta agar para relawannya tetap mendukung dirinya bersama pasangannya, di Pilkada serentak nanti.


"Kepada simpatisan dan relawan Sahto (Syahri Mulyo-Maryoto Birowo), biarlah saya menjadi korban politik. Saya harap, semangatlah. Berjuang untuk tetap memenangkan Sahto pada 27 Juni 2018 yang akan datang. Dan Pak Maryoto bisa dilantik untuk periode yang akan datang. Salam dua jari. Lanjutkan!" tegas Syahri dalam video yang diperoleh JawaPos.com.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore