Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Mei 2018 | 21.03 WIB

Fantastis! Segini Harga Sabu dan Ekstasi Jaringan Malaysia-Indonesia

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari. - Image

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

JawaPos.com - Kasus peredaran narkotika terus terjadi. Terbaru sebanyak 37,93 kilogram sabu dan 9.900 butir ekstasi diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari jaringan Malaysia-Indonesia. Meski harganya fantastis, barang haram ini tak pernah sepi peminat.


Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, dari jaringan Malaysia-Indonesia itu mereka biasa menjual ekstasi dalam bungkus kecil seharga Rp 8 juta.


Harga tersebut merupakan dari pihak pertama. Angka itu akan terus melonjak saat diterima oleh pihak kedua hingga konsumen itu sendiri.


"Harga satu bungkus ekstasi ini Rp 8 juta (isi 100 butir). Itu dari tangan pertama. Kalau tangan kedua, ketiga beda lagi, hingga ke konsumen harga mahal sekali," ujar Arman di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/5).


Sementara untuk sabu harganya tak kalah fantastis. Sindikat dari jaringan Indonesia-Malaysia ini biasanya menjual seharga Rp 800 ribu per gramnya.


"Ini 1 gram menurut mereka harganya Rp 800 ribu. Ini 25 gram harganya sekitar Rp 20 juta," terang Arman.


Lebih jauh Arman mengatakan, harga tersebut bisa terus melonjak. Sebab di pasar gelap tidak memiliki patokan harga pasti.


Di sisi lain, jaringan Malaysia-Indonesia biasa mengemas sabu dalam bungkus kecil sebelum diedarkan ke pasar. Sedangkan ekstasi biasanya dikemas per 100 butir hingga 250 butir.


"Di Pekanbaru di kemas dalam jumlah kecil. Ada 25 gram sampai 50 gram untuk sabu. Untuk ekstasi juga mereka kemas dalam bentuk kecil. Ada yang 100 butir ada yang 250, ini kemudian dilempar ke pasar," Arman sembari menunjuk tersangka.


Sebagaimana diketahui, BNN mengungkap sindikat narkoba. Dari pengungkapan itu total barang haram yang diamankan mencapai 37,93 kg sabu dan 9.900 butir ekstasi.
Operasi itu dilakukan terhadap jaringan narkoba Aceh dan Pekanbaru dengan sumber narkotika dari Malaysia. Operasi dilakukan dalam rentang 23 April hingga 14 Mei 2018. Sebanyak 5 orang tersangka berhasil ditangkap, satu diantaranya ditembak mati karena melakukan perlawanan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore