
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.
JawaPos.com - Kasus peredaran narkotika terus terjadi. Terbaru sebanyak 37,93 kilogram sabu dan 9.900 butir ekstasi diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari jaringan Malaysia-Indonesia. Meski harganya fantastis, barang haram ini tak pernah sepi peminat.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, dari jaringan Malaysia-Indonesia itu mereka biasa menjual ekstasi dalam bungkus kecil seharga Rp 8 juta.
Harga tersebut merupakan dari pihak pertama. Angka itu akan terus melonjak saat diterima oleh pihak kedua hingga konsumen itu sendiri.
"Harga satu bungkus ekstasi ini Rp 8 juta (isi 100 butir). Itu dari tangan pertama. Kalau tangan kedua, ketiga beda lagi, hingga ke konsumen harga mahal sekali," ujar Arman di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/5).
Sementara untuk sabu harganya tak kalah fantastis. Sindikat dari jaringan Indonesia-Malaysia ini biasanya menjual seharga Rp 800 ribu per gramnya.
"Ini 1 gram menurut mereka harganya Rp 800 ribu. Ini 25 gram harganya sekitar Rp 20 juta," terang Arman.
Lebih jauh Arman mengatakan, harga tersebut bisa terus melonjak. Sebab di pasar gelap tidak memiliki patokan harga pasti.
Di sisi lain, jaringan Malaysia-Indonesia biasa mengemas sabu dalam bungkus kecil sebelum diedarkan ke pasar. Sedangkan ekstasi biasanya dikemas per 100 butir hingga 250 butir.
"Di Pekanbaru di kemas dalam jumlah kecil. Ada 25 gram sampai 50 gram untuk sabu. Untuk ekstasi juga mereka kemas dalam bentuk kecil. Ada yang 100 butir ada yang 250, ini kemudian dilempar ke pasar," Arman sembari menunjuk tersangka.
Sebagaimana diketahui, BNN mengungkap sindikat narkoba. Dari pengungkapan itu total barang haram yang diamankan mencapai 37,93 kg sabu dan 9.900 butir ekstasi.
Operasi itu dilakukan terhadap jaringan narkoba Aceh dan Pekanbaru dengan sumber narkotika dari Malaysia. Operasi dilakukan dalam rentang 23 April hingga 14 Mei 2018. Sebanyak 5 orang tersangka berhasil ditangkap, satu diantaranya ditembak mati karena melakukan perlawanan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
