Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Mei 2018 | 01.04 WIB

Sang Provokator Kerusuhan Mako Brimob Masih Dirawat RS Polri

Wawan alias Abu Afif saat dibawa ke ruang Perawatan di RS Polri, Jakarta, Kamis (10/5/18). - Image

Wawan alias Abu Afif saat dibawa ke ruang Perawatan di RS Polri, Jakarta, Kamis (10/5/18).

JawaPos.com - Sosok pria dengan alis tebal itu tampil dalam live Instagram di akun sem_maliik87 Rabu dini hari lalu (9/5). Mimik wajahnya penuh semangat. Dia mengacungkan telunjuk kanan ke atas.


Terdengar samar pekik siap mati syahid. Bahu kiri pria beralis tebal itu terlihat berdarah. Di depannya, ada seorang yang dirawat karena terluka di bagian dada. Live Instagram tersebut diyakini dilakukan ketika gerombolan napi kasus terorisme menguasai Rutan Mako Brimob.


Kemarin (10/5) sosok pria beralis tebal itu dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia datang dengan kursi roda sekitar pukul 09.30. Wajahnya ditutup masker. Namun, dari sorot mata, alis, dan sebagian wajah, bisa dipastikan dialah sosok yang melakukan provokasi dalam live Instagram di akun sem_maliik87.


Kepala Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edi Purnomo menyebutkan, pria di kursi roda itu adalah Wawan Kurniawan alias Abu Afif. "Iya, masih diobservasi. Dia mengalami luka di bahu kiri," katanya.


Wawan sekitar 30 menit mendapat perawatan di IGD. Setelah itu, dia dibawa ke ruang VIP RS Polri untuk mendapat perawatan lanjutan.


Keterangan Edi bahwa Wawan terluka pada bahu kiri kian menegaskan bahwa dialah pria di live Instagram. Wawan ditahan di Mako Brimob lantaran diduga terlibat terorisme. Dia ditangkap Densus 88 pada 24 Oktober 2017 dalam operasi serentak di empat lokasi.


Pada hari itu, Densus 88 menangkap lima orang di Riau. Salah satunya Wawan. Dia dibekuk di Pandau Permai, Pekanbaru. Dengan nama alias Abu Afif, dia merupakan amir Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Pekanbaru, Riau.


Wawan ditangkap karena memimpin baiat pada i'dad atau penyiapan kekuatan di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau. Dia juga disebut mengetahui pelatihan menembak dan membuat bom di Jambi. Wawan juga disebut aktif mendorong anggota JAD Pekanbaru untuk melakukan teror dengan menyasar polisi dan kantor polisi di Riau.


Beni Samsutrisno, satu-satunya korban meninggal dari pihak napi teroris (napiter), adalah rekan Wawan. Beni ditangkap pa­da hari yang sama dengan Wawan. Beni yang memiliki nama alias Abu Ibrahim sangat mungkin adalah pria yang dalam live Instagram dirawat karena terluka di dada. Sebab, Beni dinyatakan meninggal dunia oleh Polri karena tembakan yang mengenai dada.


Di live Instagram, Wawan terlihat gagah. Badannya kekar, mukanya tampak penuh semangat. Pekik siap syahid pun lantang. Kemarin dia terlihat kuyu. Dia tidak bisa berjalan karena kakinya yang menggunakan sandal merek kenamaan asal Jerman diikat. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore