
Mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch
JawaPos.com - Mantan kontributor MetroTV Hilman Mattauch kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (9/1). Dia diperiksa terkait pelarian Ketua DPR nonaktif Setya Novanto saat akan ditangkap tim penyidik KPK beberapa waktu lalu.
"Masih terkait proses sebelumnya. Kita dalami peristiwa seputar kecelakaan SN di pertengahan November 2017," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (9/1).
Ketika diminta tanggapannya terkait pemeriksaannya kali ini, Hilman yang datang ke Gedung KPK sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengenakan kemeja biru muda panjang enggan memberi komentar terkait kedatangannya itu.
"Nanti saja ya," kata dia seraya masuk ke Gedung KPK dengan senyuman khasnya.
Sekadar informasi, KPK tengah membuka penyelidikan baru terkait dengan penanganan korupsi e-KTP. Hilman sendiri sebelumnya telah diminta keterangannya oleh penyidik pada 11 Desember 2017.
Adapun penyelidikan yang dilakukan KPK terkait dugaan menghalang-halangi penanganan perkara korupsi proyek tersebut yang telah menjerat Novanto menjadi terdakwa. Kendati kembali diperiksa, belum diketahui apakah Hilman terkait Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Adapun pasal tersebut berbunyi, "Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 belas tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.
Pemeriksaan Hilman sendiri dilakukan lantaran dia bersama Novanto ketika Ketua DPR nonaktif itu mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Padahal saat itu, Novanto tengah dicari-cari penyidik KPK setelah menghilang dari kediamannya pada 15 November 2017.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
