
Menkumham Yasonna Laoly
JawaPos.com - Kementerian Hukum dan HAM mengakui adanya pungutan liar terkait proses seleksi CPNS di Papua. Namun, hal tersebut sedang ditangani.
"Baik itu yang di Papua. Ada oknum dan itu sedang ditangani sekarang dan diselesaikan," ujar Menkumham Yasonna Laoly di kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/11).
Namun persoalan tersebut menurutnya menjadi pelajaran bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS). "Jadi kalau soal Papua ada oknum yang kami nggak dapat cegah, orang-orang luar yang mengatakan, mana uangmu, nanti kamu lulus, ya udah biar aja, biar dia rasakan nanti," tutur Yasonna.
Sebab, lanjut politikus PDIP itu, sejak awal dia sudah mengingatkan kepada para CPNS untuk mengikuti seleksi sesuai ketentuan dan tidak usah percaya kepada calo. "Sejak awal seleksi saya sudah sampaikan ke publik jangan percaya calo-calo, semua transparan. Sejak awal sudah saya katakan," tegas dia.
Sementara Yasonna menjelaskan, sejatinya Kemenkumham memberikan keistimewaan bagi seleksi di Papua. Khususnya di Papua Barat.
Hal tersebut dimaksudkan agar para rakyat di ujung timur Indonesia itu bisa mendapat kesempatan untuk menjadi PNS. "Tanpa itu nanti saudara-saudara kita di Papua tidak bisa mendapat kesempatan. Memang kita buat affirmative action untuk itu. Itu keputusan kita resmi dengan Kemenpan," pungkas Yasonna
Seperti diwartakan, Warga Jalan Serui, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura bernama Lauria Mambraku melaporkan oknum Pegawai Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua berinisial SS ke intansinya bertugas.
SS dilaporkan terkait dugaan pungutan liar (Pungli) pada penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) untuk anaknya.
Memang, pihaknya lah yang menghubungi oknum tersebur untuk membantu proses penerimaan CPNS. Lalu oknum yang bersangkutan menawarkan Rp 150 juta dengan jaminan lulus.
Saat itu, sambung Lauria, dirinya tidak mengindahkan permintaan oknum Kemenkumham. Namun, kerabatnya melakukan penawaran dengan memberikan uang Rp 25 juta sebagai uang muka.
Tak lama berselang, oknum SS menghubunginya dengan meminta Rp 80 juta. Lantaran tidak ada uang, anaknya pun mengikuti tes dengan jalur sebagaimana mestinya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
