
Ketua BNP2TKI Nusron Wahid
JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid membantah pernah menerima uang dari perantara suap Lippo Group, Doddy Ariyanto Supeno. Bantahan Nusron itu terkait Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sopir Doddy, Darmaji yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam persidangan beberapa waktu lalu.
"Tanya ke dia aja. Enggak (terima uang)" kata Nusron singkat saat ditemui di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/2).
Saat ditanya apakah Nusron mengenal Doddy Ariyanto Supeno, dengan nada bicara sedikit emosi, dia pun menampiknya. "Aduh, enggak tahu. Enggak tahu," kata dia.
Pada 22 Agustus 2016 lalu, JPU KPK Fitroh Rohcahyanto membacakan BAP milik Darmaji dalam sidang Doddy Ariyanto Supeno di Pengadilan Tipikor Jakarta. BAP dibacakan dalam sidang lantaran Darmaji tiga kali absen dari panggilan JPU untuk memberikan kesaksian.
Dalam BAP-nya, Darmaji mengaku sering mengantar Doddy Ariyanto bertemu dengan pejabat dari berbagai institusi atas perintah mantan Presiden Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro. Salah satunya Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid.
Menurut Darmaji, Doddy merupakan orang kepercayaan Eddy Sindoro dalam berbagai hal. Termasuk mengantarkan dokumen, barang, dan uang kepada sejumlah pihak.
Bahkan, dalam BAP Darmaji mengaku pernah mengantarkan Doddy menyerahkan uang kepada Nusron Wahid. Menurut Darmaji, penyerahan uang tersebut dilakukan di kantor GP Anshor.
"Saudara Doddy sering mengirimkan barang yang saya duga berupa uang kepada Saudara Lukas dengan pengiriman di basement gedung Matahari Jalan Jenderal Sudirman. Dan kepala BNP2TKI di kantor Pemuda Ansor," kata Jaksa Fitroh membacakan BAP Darmaji.
Diketahui, Nusron Wahid pernah menjabat anggota DPR periode 2009-2014 dari Fraksi Golkar. Dia kemudian terpilih sebagai ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada 2011. Pada 27 November 2014 Nusron dilantik sebagai Kepala BNP2TKI.
Dalam perkara ini, Doddy Ariyanto dinyatakan terbukti memberikan uang kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution. Suap diberikan atas perintah Presiden Komisaris Lippo Group, Eddy Sindoro.
Suap diberikan agar Edy Nasution membantu pengurusan sejumlah perkara milik Lippo Group di PN Jakpus. (Put/jpg)

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
