
Nusron Wahid. (Setpres)
JawaPos.com - Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong dialog antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran diklaim mendapat sambutan positif dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan dunia Islam.
Hal tersebut disampaikan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid, yang menyatakan bahwa beberapa negara seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab mendukung Indonesia memainkan peran sebagai mediator dalam konflik tersebut.
“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan antara Amerika Serikat dengan Iran untuk membuka ruang dialog. Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk Pakistan dan UAE (Uni Emirat Arab),” kata Nusron usai acara buka puasa Presiden bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.
Nusron menambahkan, Indonesia yang akan memimpin forum Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8) berkomitmen mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk,” ujarnya.
Selain itu, kata Nusron, Presiden juga menjelaskan berbagai langkah diplomasi yang ditempuh Indonesia untuk meredakan ketegangan internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai forum kerja sama global yang diikuti Indonesia, salah satunya melalui Board of Peace (BoP).
Menteri Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian melalui jalur perundingan internasional.
Baca Juga:Ada Aksi Solidaritas Konflik Timur Tengah di Monas Hari Ini, 1.436 Polisi Siaga Tanpa Senjata Api
“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana dan ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba terlebih dahulu. Jangan sampai usaha belum dilakukan, tetapi sudah diminta untuk keluar,” tegasnya.
Dalam pertemuan buka puasa bersama yang dihadiri sejumlah tokoh agama tersebut, Nusron menyebut para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam sepakat untuk terus menjalin komunikasi dengan pemerintah serta mendukung langkah Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian di Timur Tengah.
"Pemerintah terus mengantisipasi potensi dampak geopolitik global terhadap stabilitas nasional, termasuk kemungkinan gangguan pada pasokan energi dan pangan apabila konflik di kawasan tersebut semakin meluas," pungkasnya.
