
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempromosikan dua pamen berpangkat AKPB jadi kapolres.
JawaPos.com - Membengkaknya jumlah anggota kepolisian menjadi masalah serius bagi lembaga penegak hukum tersebut. Membludaknya jumlah anggota baru yang masuk Akademi Kepolisian (Akpol) ditengarai menjadi salah satu penyebab banyaknya perwira menengah (pamen) tidak memiliki jabatan alias jobless.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane juga turut membenarkan hal itu. Ia kemudian menyarankan agar polri segera membatasi penerimaan jumlah anggota baru yang masuk Akpol.
"Setuju, tapi Polri sudah saatnya membatasi (penerimaan anggota baru), bahkan melakukan moratorium," ungkap Neta kepada JawaPos.com, Rabu (28/3).
Tidak hanya itu, Neta bahkan menganjurkan agar penerimaan anggota baru di Akpol untuk beberapa tahun ke depan dihentikan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi terus menumpuknya pamen nganggur seperti sekarang.
"Atau menghentikan sementara penerimaan Akpol selama 3 atau 4 tahun agar tidak terjadi penumpukan di jajaran pamen," lanjutnya.
Lebih lanjut, Neta menegaskan, meski perekrutan dihentikan sementara waktu, dianggap tidak akan mengganggu kestabilan internal Polri. Pasalnya jika dilihat dari sistem rekrutmen dan pendidikan yang selama ini diterapkan, maka sudah sepatutnya Polri telah melahirkan anggota-anggota berkualitas.
"Berbagai pembenahan yang dilakukan Polri dalam sistem rekrut dan pendidikan selama ini harusnya sudah menghasilkan kader-kader yang berkualitas," pungkas Neta.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, banyaknya perwira yang jobless karena efek domino sejak 1980-an. Sebab Polri selalu menambah kuota rekrutmen anggota.
Di Angkatan Kepolisian (Akpol) misalnya. Angkatan 1982, semula hanya menambah kuota rekrutmen anggota Polri sebanyak 46 orang. 1984, mulai bertambah 100 lebih personel. Pada 1985, sudah hampir 200 anggota baru yang direkrut.
"86-87 angkatan saya, juga sampai 197. Setelah itu berturut-turut, sekarang sudah 300 yang masuk Akpol," beber Tito saat berbicara di Ruang Rapat Utama, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/3).
Efeknya, lanjut dia, mulai terasa saat ini. Mereka yang lulus sekolah kesatuan dan mengemban pangkat Komisaris Besar (Kombes) jadi menumpuk. "Bottleneck menuju bintang (perwira tinggi),” tegas Tito.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
