Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Februari 2018 | 04.52 WIB

Anas Urbaningrum Ketawa Geli Dituduh Seret SBY dan Ibas di Kasus e-KTP

Anas Urbaningrum - Image

Anas Urbaningrum


JawaPos.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bereaksi terkait kasus proyek pengadaan e-KTP, yang beberapa waktu lalu sempat heboh dan menyeret namanya.


Kehebohan itu diketahui, karena nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut terseret, dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun ini.


Anas Urbaningrum dalam akun Twitter resmi miliknya @anasurbaningrum, mengungkapkan tidak habis pikir kenapa bisa dirinya difintah untuk menyudutkan SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).


"Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas," cuit Anas dalam akun Twitter resmi miliknya, Sabtu (10/2).


Anas harus mengungkapkan, karena tuduhan kepada dirinya beredar luas. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini perlu meluruskan, karena menurutnya bisa menyesatkan.


"Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa," katanya.


"Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah, tidak ada hujan kok tiba-tiba ada banjir hoax," tambahnya.


Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat itu juga mengaku tidak tahu kenapa dirinya diserang oleh kabar hoax tersebut. Dia pun kecewa berat adanya tuduhan kepada dirinya, Saan Mustopa dan Mirwan Amir.


"Itu cerita hoax yang berasal dari surat hoax yang entah dibikin oleh siapa. Tetapi jelas disebarkan oleh siapa saja," ungkapnya.


Sebenarnya menurut Anas, sangat mudah untuk membuktikan ada atau tidak pertemuan dengan dua rekannya tersebut di Lapas Sukamiskin. Cukup hanya pemeriksaan lewat CCTV, buku tamu dan banyak warga yang bisa ditanya.


"Hoax kok dipercaya dan disebarkan. Lalu kemana kampanye anti hoax dan fitnah yang belum lama dideklarasikan?," tuturnya.


"Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dengan narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yang nyata di antara keduanya," tambahnya.


Oleh sebab itu, pria yang memiliki hobi bulu tangkis ini berpesan, citra, kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tidak mesti dengan menista orang lain dengan hoax dan tuduhan konspirasi fitnah.


"Keadilan mesti diperjuangan dengan cara-cara yang sejalan dengan makna keadilan sendiri‎," pungkasnya.‎


Sebelumnya, nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dipersidangan kasus proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Dia disebut-sebut memerintahkan agar proyek tersebut tetap berjalan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore