Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Maret 2018 | 22.44 WIB

Masinton Duga Setya Novanto Sedang Bermain 'Drama' untuk Dapat JC

Politikus PDI-P Masinton Pasaribu - Image

Politikus PDI-P Masinton Pasaribu

JawaPos.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PDI-P Masinton Pasaribu angkat bicara terkait tudingan mantan Ketua DPR Setya Novanto, jika Puan Maharani dan Pramono Anung turut kecipratan duit korupsi e-KTP.


Menurut Masinton, hal yang disampaikan Novanto dalam persidangan lanjutan kasus yang melilitnya, bagian dari drama agar dia mendapatkan status sebagai justice collabolator (saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum). Oleh karena itu, ia meminta agar KPK perlu teliti untuk memberikan keputusan dalam hal tersebut.


Hal ini karena menurut Masinton, seminggu sebelumnya, pada sidang lanjutan Novanto pada Kamis (15/3), saat Made Oka memberikan kesaksian, tidak ada keterlibatan nama Puan dan Pramono dalam proyek tersebut.


"Minggu sebelumnya sudah dikonfrontir ketika Oka beri kesaksian ditanya Novanto. Oka bilang enggak (ada nama Puan dan Pramono) proyek e-KTP," ungkapnya dalam diskusi dengan tajuk 'Nyanyi ngeri Setya Novanto', di Cikini Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3).


Tapi, kata Masinton mengapa saat sidang Kamis (22/3), Novanto masih menyebut Puan dan Maharani, Padahal menurutnya, Made Oka telah membantah.


Atas adanya fakta ini, Masinton menegaskan kembali, jika KPK harus jeli dalam rangka memberikan JC terhada Novanto. Karena ada indikasi remisi, tuntutan rjngan dan malah mungkin terhindar dari TPPU.


"Ya kan drama udah ada seperti penyebutan nama, nabrak tiang dan lahir bakpao. Dalam rangka untuk meminta status JC," ujarnya.


Sementara menurut Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Chudry Sitompul, Setya Novanto seperti 'Kotak Pandora' jilid kedua karena jilid pertamanya M Nazaruddin.


"Nyanyian 'kotak pandora' benar dari mana melempar itu. Kalau ada bukti proses (ada sistem pembuktian dan beban pembuktian," tuturnya.


Dia  berharap KPK segera bertindak agar tak menimbulkan spekulasi atau saksi berantai. Adapun caranya dengan menelaah keterangan Novanto, dan saksi lain seperti Irvanto dan Made Oka, agar ibarat 'puzzle', setiap gambar ditambah, maka akan semakin jelas mengenai status JC Novanto dan kasus ini.


"Ibarat 'puzzle' satu ngggak liat kalau ditambah yang lain jelas gambarnya," tutupnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore