
Ustaz Prawoto (kiri) dan KH Umar Basri (kanan)
JawaPos.com - Kasus penganiayaan pengasuh Pon Pes Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri dan pembunuhan Ustaz Prawoto, memiliki beberapa kesamaan. KH Umar Basri dianiaya di dalam masjid usai shalat Subuh pada Sabtu pagi (27/1/).
Sedangkan Ustaz Prawoto dianiaya dan dibunuh oleh tetangganya sendiri pada Kamis pagi (1/2). JawaPos.com merangkum empat kesamaan kasus penganiayaan yang dialami KH Umar Basri dan pembunuhan Ustaz Prawoto:
1. Pelaku Bernama Asep
Hasil pemeriksaan polisi, pelaku penganiaya KH Umar Basri bernama Asep yang berusia 50 tahun. Pelaku mengaku warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sedangkan pelaku pembunuhan Ustad Prawoto bernama Asep Maftuh, 45, yang diketahui tetangga korban. Ustad Prawoto dianiaya pelaku hingga meninggal dunia dengan menggunakan linggis.
2. Pelaku Semua Gila
Saat polisi melakukan pemeriksaan, Asep si penganiaya KH Umar Basri, menunjukkan gelagat seperti orang mengalami gangguan jiwa alias gila. Setiap kali ditanya penyidik, Asep memberikan jawaban yang tidak sesuai apa yang ditanyakan.
Untuk memastikan mengenai kejiwaan Asep, polisi membawa Asep ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung guna dilakukan observasi oleh psikolog.
Adapun, pelaku pembunuhan Ustad Prawoto yakni Asep Maftuh, diketahui pasien Rumah Sakit (RS) Jiwa Cisarua. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Meski demikian, polisi telah mengamankan kedua pelaku. Polisi akan tetap memproses pelaku meski terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. Nanti majelis hakim yang akan memutuskan apakah kasus tersebut akan dihentikan atau tidak.
3. Kejadian Subuh
Pemukulan terhadap KH Umar Basri terjadi sekitar pukul 5.30 WIB. Ketika itu, korban baru saja selesai menunaikan salat Subuh dan zikir. Selesai salat, para jamaah keluar. Di dalam Masjid Al Hidayah tinggal korban dan pelaku. Selanjutnya, lampu masjid dimatikan.
Ketika sedang zikir, Umar Basri tiba-tiba diserang pelaku dengan pukulan tangan kosong bertubi-tubi mengarah ke wajah sang kiai. Pelaku juga menendang kotak. Pelaku menendang kotak kayu tempat azan, sambil mengatakan: ieu mah pinerakaeun, nu di dieu mah pinerakaeun kabeh (ini mah neraka, yang di sini neraka semua).
Sementara itu, penganiayaan Ustad Purwato terjadi di Blok Kasur RT 1/5, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Kamis (1/2) pagi. Kejadian berawal saat pelaku Asep menggedor rumah Ustad Prawoto menggunakan pipa besi. Utstad Prawoto kemudian menegur pelaku.
Teguran korban membuat pelaku tambah emosi. Pelaku mengejar korban sambil membawa potongan pipa besi. Korban dikejar hingga 500 meter dan terjatuh di depan warung milik Eni. Pelaku kemudian menganiaya korban di bagian kepala dan tangan hingga tak berdaya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
