Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 18.10 WIB

Seorang Prajurit TNI Terluka dalam Serbuan Markas KKB di Nabire Papua Tengah

Barang bukti ratusan butir amunisi dari operasi serbuan markas KKB di Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (1/3). (Polri)

JawaPos.com - Tim Gabungan TNI-Polri berhasil menguasai markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (1/3). Dalam serbuan yang melibatkan tiga satuan tugas (satgas) itu terjadi kontak tembak yang menyebabkan seorang prajurit TNI terluka.

Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan bahwa prajurit tersebut terluka akibat terkena serpihan proyektil atau rekoset. Dia memstikan, prajurit tersebut sudah mendapatkan penanganan medis dan akan segera pulih.

”Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil,” kata dia dikutip dari keterangan resmi pada Selasa (3/3).

Operasi serbuan markas KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu dilakukan oleh Satgas Rajawali, Koops TNI Habema, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Operasi tersebut dilakukan setelah petugas mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua, Nabire.

Menurut Wakapolda Papua Tengah Kombes Gustav Robby Urbinas, operasi tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi bernomor Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire. Menurut dia, KKB yang berkumpul di Kali Nabarua tengah merencanakan aksi gangguan keamanan.

Berdasar hasil penyelidikan dan pengumpulan informasi, kelompok itu sempat berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua. Di Nabarua, mereka menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi itu, kelompok tersebut diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, dan merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Nabire.

Karena itu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Satgas Rajawali menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Mereka kemudian bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.

”Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” jelasnya.

Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata yang berada di camp tersebut melarikan diri ke hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Dari hasil operasi tersebut, TNI-Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 561 butir amunisi berbagai kaliber, sepuluh magazen, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera, dan perlengkapan lainnya.

”Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore