Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Faizal Ramadhani. (Satgas Damai Cartenz)
JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz mencatat angka kenaikan aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk periode yang sama pada 2025 dan 2026. Dari tiga aksi pada Januari-Februari tahun lalu menjadi 23 aksi sejak Januari sampai pertengahan Februari tahun ini.
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa kenaikan signifikan itu disebabkan beberapa hal. Salah satunya Kopi Tua Heluka yang berhasil melarikan diri dari Lapas Wamena tahun lalu.
”Ada situasi yang sangat signifikan dan ini sudah kami prediksi. Eskalasi ini meningkat sejak kaburnya Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025 lalu. Sejak saat itu, gangguan keamanan di Yahukimo terus menunjukkan tren kenaikan,” ungkap Faizal.
Demi menekan ruang gerak kelompok bersenjata tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penambahan kekuatan personel secara masif sejak awal tahun. Pada Januari 2026, jumlah personel ditingkatkan dari sekitar 80 orang menjadi 150 personel.
Angka itu kembali ditingkatkan pada Februari 2026. Satgas Operasi Damai Cartenz menambah jumlah personel hingga 50 orang. Sehingga saat ini total kekuatan yang dikerahkan di Yahukimo mencapai sekitar 250 personel. Tujuan penguatan personel itu demi mencegah aksi KKB.
”Penambahan ini difokuskan untuk langkah pencegahan aksi dan pengejaran terhadap anggota kelompok yang sudah masuk dalam DPO kami,” ujarnya.
Sejak November 2025 hingga Februari 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengamankan 12 tersangka. Terbaru, tim gabungan berhasil meringkus dua DPO yang dinilai memiliki peran penting dalam sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo, yakni Homi Heluka dan Simak Kipka.
Faizal mengungkapkan bahwa Homi Heluka memiliki rekam jejak keterlibatan dalam sejumlah tindak pidana, antara lain penembakan anggota Polri di Jalan arah Logpon pada 2022 yang menyebabkan korban meninggal dunia, pembakaran mobil Sat Binmas di Jalan Paradiso pada 28 Januari 2025, dan keterlibatan dalam pembunuhan warga pendulang emas pada April 2025.
Homi juga terlibat dalam penembakan anggota TNI AD bernama Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025 serta penembakan terhadap warga bernama Suwono pada 12 Februari 2026. Sementara itu, Simak Kipka ditangkap terkait dugaan keterlibatannya dalam pembakaran mobil Mitsubishi Triton milik Kepala Desa Almadi pada 18 Februari 2026 di sekitar Kantor DPRD Yahukimo.
Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Adarma Sinaga menambahkan, penangkapan kedua DPO tersebut merupakan hasil kerja terkoordinasi di lapangan serta bagian dari strategi penegakan hukum yang berkelanjutan.
”Langkah yang kami lakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif. Penindakan terhadap DPO prioritas ini merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai kekerasan dan mempersempit ruang gerak jaringan yang masih aktif,” tegasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
