Jubir KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta ijon proyek yang menjerat Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Dalam rangka melengkapi berkas penyidikan, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Beni Saputra (BS), pada Senin (29/12).
Beni dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara terhadap para tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus tersebut.
"Hari ini dijadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi BS (Beni Saputra), Swasta/mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (29/12).
Nama Beni Saputra bukan sosok baru dalam perkara ini. Beni merupakan satu dari sepuluh orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK, pada Kamis (18/12).
Saat OTT berlangsung, Beni termasuk dalam delapan orang yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK bersama Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang, untuk menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik.
Meski sempat diamankan, status hukum Beni saat itu belum dinaikkan sebagai tersangka. Ia kemudian dilepaskan usai menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK.
Pemanggilan ulang terhadap Beni hari ini diduga untuk menelusuri lebih jauh peran serta pengetahuannya terkait dugaan aliran dana suap ijon proyek yang tengah disidik lembaga antirasuah tersebut.
Meski demikian, KPK belum membeberkan secara rinci materi yang akan digali dari kesaksian Beni. Penyidik KPK terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain.
Dalam kasus ini, tersangka Sarjan (SRJ) selaku pihak pemberi suap diduga telah menyerahkan uang ijon sebesar Rp 9,5 miliar agar memperoleh jatah paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa untuk tahun anggaran 2025–2026. Pemberian uang tersebut dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui sejumlah perantara.
Selain itu, sepanjang tahun 2025, Ade Kuswara juga diduga menerima aliran dana lain dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp 4,7 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
