Dosen nonaktif di Pascasarjana UIN Maliki Malang, Imam Muslimin mengundurkan diri setelah video perseteruannya dengan tetangga viral di medsos. (TikTok @sahara_vibesssss)
JawaPos.com - Dosen nonaktif di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Imam Muslimin memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Keputusan ini diambil usai video perseteruannya dengan tetangga, viral di media sosial, dan menjadi sorotan publik. Imam mengatakan keputusannya mundur juga karena perseteruan pribadinya membuat perkuliahan tidak kondusif.
“Saya sudah mengajukan mundur jadi dosen, suratnya bisa dilihat. Saya mengajukan mundur kepada direktur pasca, karena saya ini dosen pasca filsafat tasawuf," tutur Imam, dikutip dari Radar Malang, Jawa Pos Group, Minggu (21/9).
Surat permohonan pengunduran diri sebagai dosen itu disampaikan kepada Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang pada 15 September 2025. Sehari berselang, Imam juga membuat pernyataan sikap di kampus.
“Daripada saya sakit hati, saya nulis surat kepada atasan bahwa saya mundur sampai ini selesai. Alhamdulillah saya sudah di-follow up, saya tidak ada jam ngajar mulai hari ini," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Imam menjelaskan bahwa perseteruan berawal dari urusan lahan di samping garasi milik tetanggganya, S yang diketahui memiliki bisnis rental mobil.
Imam mengklaim telah membeli tanah tersebut dari pemilik sebelumnya dan sudah mengeluarkan dana Rp 12 juta untuk pembersihan. Sejak itu, ketegangan dengan S semakin memanas.
Ia menegaskan, tuduhan yang disampaikan S dan viral di media sosial tidak benar. Imam menyebutnya sebagai fitnah dan siap bertemu dengan pihak yang berselisih dengannya untuk mencari jalan damai.
”Pernah ada upaya mediasi lewat RT sampai Polsek, tapi gagal karena pihak yang memfitnah saya tidak hadir,” tutur Imam Muslimin.
Di sisi lain, kampus UIN Maliki Malang telah memberikan pernyataan resmi terkait perseteruan tenaga pendidiknya yang viral di media sosial. Mereka membentuk tim penegakkan disiplin.
"Atas nama seluruh Civitas Akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh beredarnya berita yang sedang ramai," tertulis dalam caption unggahan Instagram @uinmlg, Minggu (21/9).
Setidaknya ada enam poin yang disampaikan pihak kampus. Salah satunya, Fakultas Tarbiyah dan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menonaktifkan yang bersangkutan dari tugas sebagai dosen.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga sudah meminta inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI untuk melakukan investigasi dan tindakan sesuai aturan, terhadap Imam Muslimin.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
