Potret Kabid Humas Polda Banten Didik Hariyanto. (Humas Polda Banten).
JawaPos.com - Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto meminta seluruh jajarannya lebih bijak bermedia sosial. Hal itu disampaikan pasca viralnya konten tahan tabrak bebek ganti kambing. Dia mengingatkan agar semua personel Polda Banten menggunakan media sosial dengan baik.
Keterangan itu disampaikan oleh Suyudi melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Didik Hariyanto menyampaikan bahwa pesan itu berulang kali disampaikan oleh kapolda Banten. Dalam berbagai kesempatan, orang nomor satu di Polda Banten itu tidak pernah lupa menyampaikan pesan tersebut.
”Bapak kapolda dan wakapolda sudah sering menyampaikan kepada seluruh anggota tentang bijak dalam bermedia sosial,” imbuhnya.
Kombes Didik menyampaikan bahwa pimpinan Polda Banten sudah meminta supaya seluruh aparat kepolisian yang bertugas di daerah hukum Banten untuk mengedepankan etika dalam penggunaan media sosial. Mereka tidak boleh membuat konten sembarangan.
”Selalu menjaga sopan santun dan etika dalam penggunaan sarana medsos dan media lainnya. Menampilkan kegiatan positif melalui media umum dan atau media sosial yang dimiliki,” kata Didik.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menuturkan, polisi adalah teladan bagi masyarakat. Termasuk teladan bagi keluarga di rumah. Karena itu, mereka harus selalu taat dan patuh pada norma-norma yang berlaku di masyarakat. Terkhusus aturan di internal kepolisian.
”Patuhi ketentuan aturan dalam penggunaan media sosial, baik norma kelembagaan maupun norma agama,” ujarnya.
Sebelumnya, viral di media sosial video yang menunjukkan seorang polisi berbincang dengan tahanan. Dalam video tersebut, disampaikan bahwa tahanan itu diproses hukum karena telah menabrak bebek kemudian diminta mengganti kambing. Setelah ditelusuri, video tersebut dibuat di Polsek Cikande. Polda Banten memastikan bahwa video itu hanya konten yang dibuat oleh salah seorang personel.
Saat dikonfirmasi, Kombes Didik menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengambil beberapa langkah pasca viralnya video tersebut. Dia menyatakan bahwa Briptu Khoirul adalah personel Polda Banten yang membuat video itu. Yang bersangkutan sudah diperiksa oleh Bidang Propam Polda Banten. Atas perbuatannya, Khoirul harus menjalani sanksi yang diberikan oleh propam.
”Terkait video viral Briptu KH (Khoirul), perkara nabrak bebek diganti kambing, berdasarkan keterangan sementara dari terperiksa, bahwa video tersebut dibuat hanya untuk lelucon,” terang Didik.
Didik menyatakan bahwa Briptu KH sudah menjalani pemeriksaan dan sudah melakoni sanksi penempatan khusus (patsus). ”Karena perbuatan tersebut, yang bersangkutan (KH) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Briptu KH sudah menjalani patsus dalam rangka pemeriksaan,” imbuh Didik. Proses lebih lanjut akan dilakukan setelah rangkaian pemeriksaan selesai.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
