Ilustrasi tawuran. Dok JawaPos
JawaPos.com - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkap awal mula keributan antara puluhan prajurit Batalyon Artileri Medan 2/Kilap Sumagan dengan masyarakat di Kecamatan Sibiru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurut Agus keributan bermula pasca para prajurit menegur anak-anak muda yang diduga adalah anggota geng motor.
Personel Batalyon Artileri Medan 2/Kilap Sumagan menegur mereka lantaran dinilai telah mengganggu dan meresahkan masyarakat. Anak-anak muda itu tidak terima hingga terjadi adu mulut berujung perkelahian massal. Pasca keributan itu, seorang korban dilaporkan meninggal dunia. Sementara korban lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
”Jadi, memang diawali oleh anak-anak muda kebut-kebutan pakai motor, ditegur sama anggota karena mengganggu masyarakat, meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban di jalan. Anggota pangdam I (Bukit Barisan) menegur, (anak-anak muda itu) tidak terima. Terjadi adu mulut, perkelahian, kemudian maka terjadilah perkelahian massal,” terang Agus.
Orang nomor satu di tubuh TNI itu menyampaikan bahwa semua pihak harus sepakat, anak-anak muda yang bergabung dengan geng motor dan meresahkan masyarakat harus ditertibkan. Apalagi kalau mereka sampai mengganggu ketertiban umum dan menggunakan kendaraan bermotor tanpa surat-surat alias kendaraan bodong.
”Jadi, memang semuanya sepakat sampah-sampah masyarakat itu yang kita tertibkan,” kata dia menegaskan.
Baca Juga: 33 Prajurit TNI Diduga Lakukan Penganiayaan terhadap Warga di Deli Serdang, Mabes TNI Buka Suara
Dengan tegas, Agus menyatakan bahwa keributan yang terjadi di Deli Serdang tidak bermula dari keributan antara prajurit TNI dengan masyarakat, melainkan dengan anak-anak muda yang diduga adalah geng motor. Mereka ditegur oleh para prajurit Batalyon Artileri Medan 2/Kilap Sumagan, namun tidak terima hingga terjadi perkelahian massal.
”Bukan masyarakat, tapi geng motor yg kebut-kebutan. Saya rasa mungkin semua orang juga merasa jengah juga,” imbuhnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
