
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto
JawaPos.com - Kepolisian tengah menyelidiki penghargaan palsu yang diterima Anggota Polda JawaTimur, Ipda Rochmat Tri Marwoto. Sebab si pemberi penghargaan, Leodwyk Pasulatan sudah tidak lagi bekerja di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa pihaknya ingin mendalami motif Leodwyk. "Yang memberi kita teliti lagi motivasinya apa, apakah dia mendapatkan kewenangan PBB atau tidak," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/10).
Pihaknya juga ingin meneliti mengapa penghargaan palsu itu bisa diterima Ipda Rochmat tanpa pemberitahuan ke bidang SDM Pusat. Sebab mekanisme yang berlaku di Polri, bagi pihak asing yang ingin memberi penghargaan ke anggotanya, harus berkoordinasi terlebih dulu dengan bidang Hubungan Internasional Mabes Polri yang akan ditindaklanjuti bidang SDM Pusat.
"Ini sekarang diteliti kok ada sampai ke sana tanpa pemberitahuan ke SDP Pusat Mabes Polri yang kemudian dibantah sendiri oleh PBB, nanti kita klarifikasi," tutur Setyo.
Dia mengatakan polisi bisa mengusut hal ini tanpa adanya aduan. "Bisa. Kalau pun dari kita bisa membuat laporan, informasi nanti diselidiki," imbuhnya.
Diketahui, Ipda Rochmat Tri Marwoto dikenal sebagai salah satu polisi yang punya kepedulian terhadap anak-anak terlantar. Waktu masih berpangkat Brigpol, dia mendidik dan menyekolahkan 69 anak-anak terlantar di Mako Brimob Madiun.
Atas kepedulian tersebut, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian memberinya hadiah istimewa. Tahun 2017 lalu, Rochmat bisa mengenyam pendidikan sekolah calon perwira (Secapa). Pangkatnya naik jadi Ipda. Balok satu menempel gagah di pundaknya.
Lantaran aksi kemanusiaan itu, Leodwyk Pasulatan, seorang yang mengaku perwakilan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ikut memberikan penghargaan. Penyerahan penghargaan itu diserahkan di rumah Rochmat, di Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin (15/10).
Prosesi penyerahan penghargaan itu berlangsung formal. Sejumlah tamu penting turut hadir. Mulai Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Bupati Madiun Ahmad Dawami, Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu, Kajari Madiun Sugeng Sumarno, sampai Sekda Kota Madiun Rusdiyanto.
Namun, selang beberapa hari kemudian, Rochmat kecele. Penghargaan yang diterimanya bukan dari PBB. Leodwyk disebut tidak lagi bekerja di PBB.
Saat muncul kabar jika oknum perwakilan PBB itu memberikan penghargaan palsu, Rochmat mencoba mengkroscek. Dia mengaku sempat berkomunikasi viaWhatsApp dengan Kepala Perwakilan UNICEF Seluruh Jawa Arie Rukmantara.
Rochmat kemudian diberitahu bahwa Leodewyk Pasulatan sudah resign dari PBB. Setelah mendapat kepastian kabar, Rochmat tidak merasa dirugikan atas penghargaan palsu tersebut. Hanya saja dirinya sudah menghancurkan penghargaan berupa piala berbahan campuran palet dan vinil itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
