Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 13.55 WIB

10 Kontroversi Firli Bahuri, Dari Naik Helikopter Mewah sampai Tutupi Muka Dari Kamera Wartawan

Mobil yang ditumpangi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kelar gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/11/2023).Firli menghindari awak media usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syah

JawaPos.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tak henti-hentinya menjadi sorotan publik. Kini namanya terus dibahas publik setelah terseret kasus dugaan pemerasan kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). 
 
Pada kasus kali ini, Firli tidak hanya disorot terkait dugaan keterlibatannya. Sikapnya pun menjadi buah bibir. Mulai dari beberapa kali mangkir dari pemeriksaan, hingga terakhir menutupi wajahnya dari sorot kamera wartawan.
 
Firli sendiri sudah berulang kali melakukan sesuatu yang berujung kontroversi. Berikut beberapa catatan peristiwa yang membuat Firli jadi buah bibir publik:
 
 
1. Firli Bantah Lakukan Pemerasan di Kasus Kementan
 
Firli Bahuri telah buka suara soal munculnya dugaan pemerasan terhadap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Firli membantah melakukan pemerasan tersebut. 
 
"Tidak akan pernah ada hal-hal orang bertemu dengan saya, atau apalagi ada isu bahwa menerima sesuatu sejumlah SGD 1 miliar itu saya baca. Saya pastikan itu tidak ada. Bawanya SGD 1 miliar itu banyak, yang kedua, siapa yang ngasih SGD 1 miliar dolar?" ucap Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/10).
 
Firli mengklaim, tidak ada pimpinan KPK yang melakukan dugaan pemerasan. Ia menekankan, pihaknya selalu menjaga integritas dengan tidak bertemu pihak yang terkait dengan perkara, apalagi bertemu dengan pihak yang tidak dikenal.  
 
Mantan Kabaharkam Polri ini menyebut, pimpinan KPK telah berulang kali dicatut. Bahkan, ia mengutarakan nama dan foto pimpinan KPK juga dicatut, untuk menghubungi kepala daerah dan anggota DPR. 
 
"Saya tidak tahu siapa yang melakukan itu dengan meminta segala sesuatu. Pak Ali sudah pernah menyampaikan waktu itu," klaim Firli.
 
 
2. Terbukti Melanggar Kode Etik Berat
 
Pada tahun 2019, atau sehari sebelum Firli melakukan fit and proper test oleh Komisi III DPR RI, lembaga antirasuah menyatakan bahwa mantan Deputi Penindakan KPK itu terbukti melanggar kode etik berat.
 
Firli diduga melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (MZM) alias Tuan Guru Bajang (TGB) sebanyak dua kali pertemuan.
 
Pertemuan itu berlangsung pada 2 Mei 2018 saat KPK tengah menyelidiki kasus kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont 2009-2016. Pertama, pada tanggal 12 Mei 2018 dalam sebuah acara Harlah GP Anshor ke-84 saat Launching penanaman 1000 hektar jagung di Bonder Lombok Tengah. 
 
Kemudian, pada 13 Mei 2018 dalam acara Farewell and Wellcome Games Tennis Darem 162/WB di Lapangan Tennis Wira Bhakti Firli kembali melakukan pertemu dengan TGB. Hasil pemeriksaan penasehat internal KPK menyatakan, Firli telah melanggar kode etik. 
 
 
3. Publik Menolak Firli Bahuri Jadi Ketua KPK
 
Penolakan terhadap Firli Bahuri menjadi pimpinan KPK sempat masif dinarasikan publik. Bahkan, Indonesia Corruption Watch (ICW) saat itu menggelar aksi teatrikal di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi tersebut digelar menjelang pelantikan pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dinilai bermasalah.
 
Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, karena Firli dinilai bukan sosok yang benar-benar bersih dan juga memiliki integritas. Tidak hanya ditolak oleh pegiat antikorupsi, ia juga mendapat penolakan langsung dari internal KPK.
 
 
4. Firli Bahuri Terbukti Gunakan Helikopter Mewah 
 
ICW menduga Firli Bahuri mendapat diskon dalam penyewaan helikopter yang ditumpanginya itu. Sehingga hal ini dianggap janggal, harus ditelusuri Dewas KPK.
 
Firli dalam perjalanannya ke Baturaja, Sumatera Selatan yang saat itu menggunakan helikopter telah dijatuhkan melanggar kode etik oleh Dewas KPK. 
 
Sebab, diduga nilai penyewaannya sangat janggal, 1 jam penyewaan helikopter yang di dalilkan oleh Firli sebesar Rp 7 juta rupiah, tidak melihat jumlahnya seperti itu. Karena 4 jam sekitar Rp 30 juta, ada selisih sekitar 140 juta yang tidak dilaporkan oleh Ketua KPK tersebut.
 
 
6. Firli Bahuri Bertemu Komisaris PT Pelindo I
 
Pertemuan antar Firli dengan Komisaris PT Pelindo I juga menjadi sorotan. Ini karena KPK tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Pelindo.
 
Hal ini diketahui setelah akun instagram milik Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari mendadak ramai, setelah mengunggah video Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang tengah melakukan pertemuan dengan Komisaris Pelindo I Timbo Siahaan. Dalam video itu, Firli memberikan pernyataan bahwa seluruh anak bangsa harus memiliki semangat dan komitmen memberantas korupsi.
 
 
7. Firli Bahuri Manfaatkan Jabatan untuk cari Popularitas
 
ICW sempat menduga Firli Bahuri memanfaatkan posisi dan jabatannya untuk mendapat simpati masyarakat. Pernyataan ini disampaikan peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menyikapi adanya pesan singkat atau SMS terhadap masyarakat yang mengatasnamakan Ketua KPK.
 
Tindakan tersebut bukan kali ini saja. Banyak tindakan-tindakan Firli yang ingin mendapat simpati dari masyarakat. Jika SMS itu benar, maka Firli seharusnya diperiksa oleh Dewan Pengawas karena diduga melanggar Pasal 8 ayat (1) Peraturan Dewan Pengawas Nomor 02 Tahun 2020 terkait larangan bagi Insan KPK mencari popularitas dalam pelaksanaan tugas.
 
 
8. Dituding Bocorkan Penyelidikan Dugaan Korupsi di Kementerian ESDM
 
Firli Bahuri juga sempat ramai diisukan dibicarakan publik, terkait tudingan membocorkan dokumen hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian ESDM. Dokumen itu ditemukan saat Tim Penindakan KPK menggeledah kantor Kementerian ESDM, tepatnya di ruangan Kepala Biro Hukum dengan inisial X. 
 
Padahal, laporan tersebut bersifat rahasia dan hanya diperuntukkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas penyelidikan kepada Pimpinan KPK. Atas temuan tersebut, X diinterogasi dan diketahui dokumen tersebut diperoleh dari Menteri ESDM Arifin Tasrif yang mendapatkannya dari Mr. F (Pimpinan KPK). 
 
Tujuan penyampaian dokumen tersebut supaya X berhati-hati dan melakukan antisipasi terhadap upaya penindakan yang dilakukan KPK. Padahal di sisi lain, Tim KPK sedang melakukan operasi tertutup untuk mengungkap kasus korupsi di Kementerian ESDM. 
 
 
9. Ribut dengan Brigjen Endar Priantoro
 
Firli Bahuri bersama Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa dilaporkan ke Dewas KPK oleh Brigjen Pol Endar Priantoro setelah dipecat dari jabatan Direktur Penyelidikan KPK. Endar menyebut, pelaporan itu dilayangkan, karena Firli Bahuri tidak menghargai surat penugasan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
 
Sebab, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menugaskan Brigjen Endar Priantoro di luar institusi Polri, untuk bertugas di KPK. 
 
Endar meminta Dewas KPK dapat memeriksa Pimpinan KPK terkait pencopotan dirinya dari jabatan Dirlidik KPK. Hal ini penting, agar tidak ada lagi anggota lain yang bukan tidak mungkin mendapatkan perlakuan yang sama. Namun, kini Brigjen Endar Priantoro kembali bertugas di KPK.
 
 
10. Menutupi Wajah Setelah Diperiksa Kasus Dugaan Pemerasan SYL
 
Firli Bahuri telah selesai menjalani pemeriksaan tambahan terkait kasus dugaan pemerasan kepada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sebelum menghadiri pemeriksaan ini, Firli sudah dua kali mangkir dengan alasan tugas dinas, dan kedua karena hendak memenuhi panggilan Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
 
Saat hadir pemeriksaan, Firli sudah tiba sejak pukul 09.00 WIB, padahal jadwal pemeriksaannya pukul 10.00 WIB. Usai pemeriksaan, Firli berusaha menghindari awak media. 
 
Firli yang memakai batik coklat gelap langsung meninggalkan Bareskrim Polri menaiki mobil Hyundai warna hitam dengan pelat nomor B 1917 TJQ. Firli terlihat tak mau tersorot kamera wartawan.
 
Dia nampak duduk setengah tiduran di kursi baris kedua dari depan. Dia berupaya wajahnya tidak bisa terintip dari jenderal mobil. Tidak hanya itu, Firli juga menutupi wajahnya menggunakan benda warna hitam mirip sebuah tas tangan.
 
Upaya Firli menghindari awak media juga terjadi saat dia hadir dalam pemeriksaan pertama. Pada saat itu, tak ada awak media yang berhasil mengabadikan kedatangan maupun kepergian Firli dari gedung Bareskrim.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore