Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 14.44 WIB

Kasus Bunuh Diri di OKU Sumsel, Polisi Sebut Hasil Invetigasi Tak Ada Kaitan dengan Pinjol AdaKami

Unggahan korban pinjol yang diduga bunuh diri karena diteror dept collector. (Ilustrasi pojoksatu.id)

JawaPos.com - Kapolres OKU AKBP Arif Harsono memberikan klarifikasi hasil investigasi Kepolisian terkait dengan berita viral, mengenai dugaan korban bunuh diri seorang individu yang diduga merupakan pengguna fintech peer to peer lending AdaKami.

Arif mengungkapkan memang ada kasus bunuh diri dengan latar belakang ekonomi di wilayah OKU. Namun saat Arif mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak keluarga, tidak ada kaitan kasus bunuh diri dengan pinjaman online atau pinjol.

"Memang ada kasus bunuh diri dengan latar belakang masalah ekonomi, tetapi berdasarkan keterangan dari keluarga korban, tidak ada keterkaitan dengan Pinjaman Online (Pinjol). Kami juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban," kata Kapolres OKU dalam keterangan resmi, Jumat (20/10).

Sebelumnya, berita viral ini memicu penyelidikan oleh Kepolisian setelah akun @rakyatvspinjol mengunggah informasi tentang seorang pria yang dikabarkan bunuh diri akibat tekanan dari debt collector Pinjaman Online (Pinjol) di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

Dalam cuitannya, @rakyatvspinjol menyebutkan bahwa "Kasus ini pernah ditangani oleh Kepolisian. Polisi menemukan surat terakhir yang ditulis oleh K." Menanggapi hal ini, Kapolres OKU memastikan bahwa tidak ada identitas pria yang terkait dengan bunuh diri akibat Pinjol.

Kepolisian Resor OKU Sumatera Selatan telah menyelidiki semua kasus bunuh diri di wilayah tersebut dan meminta masyarakat untuk berpartisipasi dengan melaporkan informasi terkait, khususnya dari pihak keluarga korban.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan soal hasil penyelidikan pesanan fiktif. Ia menyebutkan bahwa belum ada layanan ojek online atau pengantaran makanan melalui ojek online di wilayah tersebut. "Saya membaca beberapa artikel yang menyebutkan adanya pesanan fiktif dalam kasus ini. Namun, di wilayah kami, layanan Gofood atau Gojek belum tersedia," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah menyampaikan, jika berita viral mengenai korban bunuh diri yang diduga akibat tekanan debt collector AdaKami tidak terbukti kebenarannya atau merupakan berita palsu, AFPI akan mengambil tindakan tegas terhadap pemilik akun yang menyebarkannya.

"Hal ini penting untuk menjaga integritas industri. AFPI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sehat industri fintech lending dengan meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani, termasuk UMKM," ujar Kuseryansyah.

Pihak AdaKami telah mencoba menghubungi pemilik akun @rakyatvspinjol sejak cuitannya viral, namun pemilik akun tersebut belum bersedia bertemu dan diwakili oleh kuasa hukumnya. AdaKami juga telah dipanggil oleh Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Siber untuk memberikan keterangan dan klarifikasi serta memaparkan hasil investigasi internal terkait dugaan korban.

"Kasus tuduhan ini sudah diserahkan kepada Kepolisian untuk melakukan investigasi independen. Hasil investigasi internal AdaKami juga tidak menemukan profil yang sesuai dengan gambaran korban yang menjadi pusat perhatian," pungkas Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega Jr.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore