Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 21.34 WIB

KPK Panggil Ulang Suami Zaskia Gotik Senin 16 Oktober, Diimbau untuk Kooperatif

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri (kanan) berikan keterangan terkait penggeledahan di Kantor Kementerian Pertanian dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan - Image

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri (kanan) berikan keterangan terkait penggeledahan di Kantor Kementerian Pertanian dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta suami dari penyanyi Zaskia Gotik, Sirajudin Machmud untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. Lembaga antirasuah menjadwalkan ulanh pemeriksaan terhadap Sirajudin, pada Senin (16/10) mendatang.
 
Penjadwalan ulang ini dilakukan setelah sebelumnya Sirajudin Machmud tak hadir dalam panggilan pemeriksaan, pada Senin (9/10). Keterangan Sirajudin dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan dugaan korupsi pembangunan gereja Kingmi Mile 32 tahap satu tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua.
 
"Sesuai dengan jadwal pemanggilan Tim Penyidik KPK dan telah dilayangkannya surat panggilan ke dua untuk saksi Sirajudin Machmud (Swasta), maka kami ingatkan pada saksi dimaksud untuk kooperatif hadir pada Senin (16/10) bertempat di gedung Merah Putih KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (12/10).
 
 
Ali mengimbau Sirajudin Machmud untuk kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendukung kerja-kerja pemberantasan korupsi.
 
"Salah satu kewajiban hukum dari saksi yaitu hadir memenuhi panggilan Tim Penyidik," tegas Ali.
Dalam kasusnya, KPK telah menetapkan empat tersangka baru dalam perkara ini. Mereka yakni, Budiyanto Wijaya (BW), swasta; Arif Yahya (AY), Direktur PT Dharma Winaga; Gustaf Urbanus Patandianan (GUP), Kepala Cabang PT Satria Creasindo Prima; dan Totok Suharto (TS), PNS Pemkab Mimika.
 
Dari proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile, KPK menduga ketiganya mendapat keuntungan pribadi sejumlah Rp 3,5 miliar, serta telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 11,7 miliar.
 
 
"Keuntungan pribadi yang didapatkan BW, AY, GUP dan TS sejumlah sekitar Rp3,5 miliar. Akibat perbuatan para tersangka mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara setidaknya sejumlah sekitar Rp11,7 miliar," ucap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/9).
 
Penetapan empat tersangka itu merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Mimika/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Marthen Sawy, dan Direktur PT Waringin Megah (WM) Teguh Anggara.
 
Namun, Eltinus divonis lepas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar. KPK pun telah melawan dengan mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore