
Ilustrasi penderita penyakit Demensia
JawaPos.com – Peneliti menemukan fakta bahwa orang Asia memiliki banyak resiko terkena penyakit demensia.
Tentunya hal ini mendorong upaya yang lebih besar dalam mengatasi kesenjangan kesehatan.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (12/10), jumlah orang dewasa yang mengidap demensia di seluruh dunia akan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 153 juta pada tahun 2050.
Para ahli mengatakan penyakit ini memberikan ancaman besar dan berkembang pesat terhadap sistem kesehatan dan layanan sosial di masa depan di setiap komunitas, negara, dan benua.
Para peneliti telah lama mengetahui bahwa beberapa faktor risiko terbesar demensia, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, lebih sering terjadi pada etnis minoritas.
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko tidak hanya lebih umum terjadi pada etnis minoritas atau kulit hitam.
Namun etnis minoritas juga mempunyai dampak yang lebih besar terhadap risiko terkena penyakit ini dibandingkan dengan orang kulit putih.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Plos One tidak menjelaskan alasannya, namun para peneliti mengatakan tampaknya dampak faktor risiko seperti diabetes dan obesitas “lebih besar” di antara beberapa kelompok etnis.
Sebuah tim yang dipimpin oleh Naaheed Mukadam, dari University College London, mempelajari hubungan antara faktor risiko dan demensia menggunakan data kesehatan 865.674 orang dewasa di Inggris antara tahun 1997 dan 2018.
Tim peneliti menemukan 12,6% dari kelompok tersebut menderita demensia, sekitar 16% berkulit putih, 8,6% berasal dari Asia Selatan, 12,1% berkulit hitam, dan 9,7% berasal dari kelompok etnis minoritas lainnya.
Mereka menilai faktor risiko yang terkait dengan demensia pada pasien, yaitu obesitas, diabetes, gangguan tidur, tekanan darah tinggi, dan dislipidemia serta ketidakseimbangan lipid yang dapat menyebabkan penyakit jantung.
***

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
