Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 20.53 WIB

Komnas HAM Serahkan Data Lengkap Investigasi Kasus Pendeta Yeremia

MINTA DIPROSES: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (dua dari kanan) menyerahkan hasil investigasi peristiwa penembakan Pendeta Yeremia kepada Menko Polhukam Mahfud MD. (KEMENKO POLHUKAM FOR JAWA POS) - Image

MINTA DIPROSES: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (dua dari kanan) menyerahkan hasil investigasi peristiwa penembakan Pendeta Yeremia kepada Menko Polhukam Mahfud MD. (KEMENKO POLHUKAM FOR JAWA POS)

JawaPos.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD kemarin (4/11). Mereka datang untuk menyerahkan langsung temuan tim investigasi lapangan Komnas HAM terkait penembakan Pendeta Yeremia Zanambani kepada pemerintah.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyampaikan bahwa hasil investigasi yang dilaksanakan instansinya sangat lengkap. Dalam laporan penyelidikan itu, peristiwa penembakan yang mengakibatkan Pendeta Yeremia mengembuskan napas terakhir dibeberkan secara terperinci.

”Dan ada tujuh butir rekomendasi yang kami sampaikan untuk ditindaklanjuti,” ungkap pria yang biasa dipanggil Damanik tersebut.

Di antara rekomendasi tersebut adalah dorongan Komnas HAM supaya proses hukum kasus penembakan tokoh agama di Intan Jaya, Papua, itu dijalankan sampai tuntas. ”Seperti yang disampaikan Pak Menko, tanpa pandang bulu. Harus akuntabel dan meyakinkan kepada seluruh masyarakat,” pinta Damanik. Menurut dia, proses itu penting demi memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban.

Lebih lanjut, Damanik meminta pemerintah memperhatikan pemulihan kondisi sosial masyarakat di Intan Jaya. Khususnya yang terkait keamanan. Berdasar informasi yang diperoleh Komnas HAM, banyak warga yang tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

”Terutama anak-anak yang selama ini terganggu pendidikannya, (agar) bisa kembali melaksanakan pendidikan di sekolah,” bebernya. Melalui laporan investigasi itu, Damanik berharap Presiden Joko Widodo merespons cepat rekomendasi yang mereka sampaikan.

Baca juga:


Di tempat yang sama, Mahfud mengungkapkan, beberapa poin hasil investigasi Komnas HAM di Intan Jaya sama persis dengan hasil investigasi tim gabungan pencari fakta (TGPF) peristiwa kekerasan dan penembakan Intan Jaya. Salah satunya adalah komitmen perlindungan HAM di Intan Jaya. ”Menko polhukam maupun Komnas HAM itu sama persis ingin melaksanakan penegakan perlindungan HAM,” tegasnya.

Secara prinsip, Komnas HAM dan TGPF juga mendapati temuan yang sama. ”Oleh sebab itu, laporan yang telah disampaikan kepada saya akan disampaikan juga kepada presiden seperti halnya laporan TGPF,” tambah mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Tentu saja, kata Mahfud, yang diharapkan dari rekomendasi Komnas HAM maupun TGPF adalah tindak lanjut. Benny Mamoto yang dipercaya memimpin TGPF sudah menyampaikan bahwa temuan timnya sudah ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian di Papua.

Sementara itu, TNI menyampaikan bahwa peristiwa kekerasan dan penembakan di Intan Jaya merupakan satu rangkaian. Prosesnya harus dilihat secara utuh, tidak hanya kasus per kasus. ”TNI mendukung pengusutan tuntas seluruh kasus, jangan hanya fokus pada satu kasus,” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi I.G.N. Suriastawa.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=6-Lc_ixMp_U

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore