
Aparat Kepolisian tengah mempersiapkan rekonstruksi pembunuhan dosen UIN Surakarta, Selasa (12/9).
JawaPos.com - Kasus pembunuhan dosen Universitas Islam Negeri atau UIN Raden Mas Said Surakarta, Wahyu Dian Silviani masih menjadi perbincangan hangat usai tersangka berhasil diungkap. Hari ini, Selasa (12/9), Kepolisian Sektor Gatak dan Kepolisian Sektor Sukoharjo menggelar rekonstruksi.
Reka adegan ini dilakukan di TKP yakni di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak. Aparat Polsek Gatak bersama Polres Sukoharjo Tengah mempersiapkan rekonstruksi.
Terlihat polisi memasang garis polisi di sekitar TKP pembunuhan korban. Proses rekonstruksi tersebut juga dipadati oleh warga sekitar yang ingin menyaksikan prosesnya di lokasi kejadian. Selain itu, rekonstruksi ini dihadiri oleh Kapolsek Gatak AKP Hadi.
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit melalui Kapolsek Gatak AKP Hadi mengungkapkan belum bisa memastikan jumlah adegan yang akan diperagakan dalam proses rekonstruksi pembunuhan Dosen UIN tersebut. Saat ini, masih menunggu masukan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sukoharjo.
"Belum bisa memastikan, nanti berapa adegan. Masih menunggu petunjuk jaksanya, sesuai kebutuhan nanti," ungkap Hadi, dikutip dari Radar Solo (Jawapos Grup) pada Selasa (12/9).
Pembunuhan ini diduga sudah direncanakan sebelumnya. Dwi Feriyanto, 23, tukang bangunan yang membunuh dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Wahyu Dian Silviani, 34, mengaku bahwa dirinya sempat meminta izin kepada mandor untuk tidak masuk kerja pada Kamis (24/8).
Permintaan izin tidak masuk kerja itu disampaikan Dwi pada Rabu (23/8), hari di mana malamnya ia berangkat untuk menghabisi nyawa Wahyu yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Surakarta.
"Sebelum melakukan pembunuhan, tersangka izin mandor bangunan untuk tidak masuk kerja (Kamis)," kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit melalui Kasatreskrim AKP Tegus Prasetyo, seperti dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Selasa (29/8).
AKBP Sigit menyebut Dwi beraksi mengenakan sarung tangan medis, buff penutup wajah, dan sebilah pisau pemotong daging. Pembunuhan terhadap Wahyu Dian terjadi di sebuah rumah di komplek Perumahan Grama Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, pada Rabu (23/8) malam.
Saat itu, usai mengeksekusi Wahyu Dian, pelaku membersihkan pakaiannya yang ternoda darah di kamar mandi dan lalu memasukkannya ke dalam plastik. Ia yang sebelumnya masuk ke rumah lewat belakang, lantas keluar dengan melompat pagar depan rumah dan melengang pergi menggunakan motor.
"Pelaku keluar menggunakan sepeda motor Supra X menuju persawahan Lor Dewo. Di sana pelaku membakar pakaian yang dikenakan saat menghabisi nyawa korban," katanya.
Setelah membakar pakaiannya, pelaku pergi menuju sungai yang berada di selatan Stasiun Gawok. Tujuannya, untuk membuang pisau yang sebelumnya digunakan untuk merenggut nyawa Wahyu Dian. Berbekal keterangan itu, kepolisian dan tim relawan pun langsung terjun menyisir dan menyelami sungai untuk mencari keberadaan pisau tersebut. Setelah pencarian, pisau ditemukan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
