
Ilustrasi: police line. (pixabay)
JawaPos.com - Kasus pembunuhan Fransisca Wahyu Retno Panuntun berhasil diungkap polisi. Fransisca dibunuh setelah digenjot di dalam mobil oleh selingkuhannya, Ricky Ashary, 34.
Mayat Fransisca dibuang ke kolam penangkaran buaya Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ricky membuang mayat Fransisca untuk menghilangkan jejak. Ia berharap mayat selingkuhannya itu dimakan buaya.
Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menyebut, kasus pembunuhan Fransisca terungkap berkat pemeriksaan maraton terhadap 15 orang saksi. Setelah pemeriksaan saksi, tersangka mengarah ke satu nama, yakni Ricky Ashary, warga Jalan Durian III, Tanjung Redeb.
Barang bukti yang didapat di tempat kejadian perkara (TKP) juga mengarah ke Ricky Ashary. “Benar, pelaku sudah kami amankan di Kalimantan Tengah. Pelaku bersembunyi di salah satu indekos milik keluarganya,” ujar kapolres, seperti dikutip dari Prokal (Jawa Pos Group), Selasa (27/10).
Kronologinya, pelaku pada Selasa (20/10) sekitar pukul 21.00 wita, menjemput korban di depan RSUD dr Abdul Rivai. Kemudian mengajak korban berhubungan badan, lalu diajak karaoke di salah satu tempat di Tanjung Redeb.
Selang beberapa jam, tersangka dan korban kembali melakukan hubungan badan di dalam mobil rental KT 1411 GE, di sekitar lokasi Bumi Perkemahan Mayang Mangurai.
“Motor korban sendiri ditinggal diparkiran RSUD dr Abdul Rivai. Setelah berhubungan, korban mengancam pelaku, akan melaporkan aksi tersebut kepada sang istri,” ucapnya.
Ancam korban membuat pelaku ketakutan. Pelaku takut perbuatannya dilaporkan kepada sang istri. “Karena diduga takut, pelaku nekat menghabisi nyawa korban. FS dijerat lehernya menggunakan tali. Kejadian terjadi sekira pukul 02.00 wita – 03.00 Wita,” kata Kapolres.
Diduga, pelaku telah merencanakan pembunuhan itu. Sebab, pelaku sudah menyiapkan tali dan lakban sebelum menghabisi korban. Pelaku dan korban tidak ada hubungan spesial, hanya sebatas teman.
“Untuk motif pembunuhan, informasi awalnya karena pelaku merasa terancam dengan ancaman korban, makanya nekat melakukan pembunuhan,” pungkas Edy.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
