JawaPos.com - Keluarga Imam Masykur masih tak menyangka telah terjadi penculikan dan pembunuhan seperti sekarang. Menurut keluarga, Imam bukan orang bermasalah dan biasa bergaul.
"Almarhum orangnya baik tidak ada masalah apa-apa dengan masyarakat, begitu juga dengan masyarakat di sana (Jakarta, red), dia tidak ada masalah apa-apa," kata kakak Sepupu Imam, Said Abdullah saat dihubungi, Senin (28/8).
Keluarga pun memastikan Imam tak memiliki masalah utang. "Tidak ada dia tidak ada masalah, hutang piutang juga tidak ada dia," imbuhnya.
Menurut Said, Imam sudah berada di Jakarta sekitar 1,5 tahun. Selama ini dia biasa hidup berbaur dengan masyarakat setempat.
"Ya seperti anak-anak lainnya, dia aktif juga disini kalangan masyarakat, tidak ada juga masalah-masalah, kalau di rumah sini di kampung seperti biasa, namanya masyarakat, ada kegiatan gotong royong dia juga pergi, ada musibah pergi juga," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Imam Masykur, warga Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan menginggal dunia. Korban diculik dan dianiaya sejumlah oknum militer.
Akun media sosial X (dulu Twitter) bernama @Aceh mengungkapkan, oknum tersebut terdiri atas 3 orang TNI yaitu 1 dari Paspampres dan 2 orang lagi dari satuan Kopasus.
Berdasar informasi dari akun tersebut, kejadian bermula saat korban dilaporkan menghilang dan diduga diculik pada 12 Agustus di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Setelah itu, keluarga korban mengaku masih menerima telepon dari korban. Saat itu korban menyebutkan sedang dianiaya pelaku yang menjemputnya secara paksa. Para pelaku juga mengirimkan pada keluarga korban video penyiksaan yang akhirnya saat ini viral di media sosial.
Video pertama memperlihatkan korban dipukul berulang kali di bagian punggung menggunakan benda tumpul. Saat yang bersamaan pelaku mengancam pihak keluarga untuk segera mentransfer uang tebusan Rp 50 juta. Pelaku tersebut juga mengatakan apabila uangnya tidak segera dikirimkan, korban akan dihabisi kemudian dibuang ke sungai.
Di video lain terlihat punggung korban yang sudah dipenuhi luka lebam dan berdarah. Korban juga diketahui menelepon temannya guna meminta bantuan agar dapat meminjamkan sejumlah uang sesuai permintaan pelaku. Dia mengaku sudah tidak kuat disiksa lagi.
Setelah itu, korban tidak dapat dihubungi dan tidak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya pihak keluarga yang diwakili Said Sulaiman melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 14 Agustus.
Namun setelah berhari-hari tidak ada kabar dari korban, baru pada 24 Agustus pihak keluarga korban mendatangi RSPAD Jakarta Pusat guna menjemput Imam Masykur yang telah meninggal.