
tim dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) lakukan pendampingan di Pondok Pesantren Cepokolimo, Kabupaten Mojokerto.
JawaPos.com–Warga sekitar Pondok Pesantren Cepokolimo, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kerap mengeluh. Hasil bumi berupa komoditas ubi jalar tidak mampu mengangkat derajat perekonomian secara signifikan.
Saat panen raya ubi jalar, banyak petani yang sengaja tidak memanen dan membiarkan ubi jalar membusuk di lahan karena harga jual di pasaran sangat anjlok.
”Bayangkan, saat panen raya, harga ubi jalar Rp 200 per kilogram. Ubi jalar tidak ada harganya saat panen raya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Lansia Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (28/8).
Ubi jalar adalah salah satu komoditas yang dikembangkan warga Desa Cepokolimo. Selain ubi jalar, warga juga biasa menanam padi dan komoditas lain. ”Setiap tahun ada 3 kali musim tanam, salah satunya warga menanam ubi jalar,” ujar dia.
Namun kondisi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Sebab, tim dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mulai melakukan pendampingan agar komoditas ubi jalar yang dihasilkan dapat lebih bernilai ekonomis.
”Kami sangat berterima kasih kepada tim dari UWKS karena sudah memberikan pendampingan agar produk ubi jalar bisa membawa nilai ekonomis tinggi,” tutur dia.
Dia berharap pendampingan terus dilakukan sampai petani yang sebagian juga pelaku UMKM memiliki syarat-syarat administrasi untuk mendukung pemasaran produk seperti sertifikasi halal hingga izin usaha lainnya.
Pendampingan masyarakat non produktif adalah bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi antara dua program studi di UWKS yaitu Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Program Studi Manajemen. Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan dari pemberdayaan berbasis masyarakat yang didanai dari hibah pengabdian kepada masyarakat Kemendikbudristek tahun ini.
”Melalui kegiatan tersebut diharapkan kelompok masyarakat non produktif akan mampu melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi untuk meningkatkan penghasilan,” kata Ketua Tim Pelaksana Program Pengabdian Kepada Masyarakat UWKS Diana Puspitasari.
Pada kegiatan yang digelar 22 Agustus, kelompok masyarakat mitra diberikan penyuluhan dan praktik pembuatan produk olahan ubi jalar berupa brownies ubi jalar dan ubi jalar crispy.
”Ubi jalar merupakan sumber daya lokal di lokasi mitra, yang harganya jatuh saat panen raya serta tidak mudah rusak, dipilih produk olahan berbasis ubi jalar untuk meningkatkan nilai tambah serta membuat diversifikasi produk agar bahan baku yang melimpah dapat dimanfaatkan,” terang Diana Puspitasari.
Menurut Diana, kemampuan membuat produk olahan perlu disertai kemampuan mengelola usaha. Sehingga, dalam kegiatan tersebut juga diberikan materi untuk manajemen keuangan berupa cara perhitungan harga jual.
”Mitra juga diberikan materi terkait promosi dan pemasaran produk. Dengan bekal materi-materi tersebut diharapkan mitra akan mampu memulai usaha secara mandiri,” papar Diana Puspitasari.
Kegiatan itu tidak berakhir hanya dengan penyuluhan, tetapi dilakukan pendampingan untuk mitra dalam pelaksanaan produksi produk olahan, manajemen keuangan, dan promosi serta pemasaran produk.
”Dalam kegiatan tersebut juga diberikan hibah pada mitra berupa seperangkat alat produksi lengkap beserta bahan baku dan bahan pengemas yang cukup digunakan untuk modal awal,” ucap Diana Puspitasari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
