
Polda Kalsel berhasil meringkus tujuh tahanan kabur dari Rutan Polres Hulu Sungai Selatan. Firman/Antara
JawaPos.com–Tim gabungan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) meringkus tujuh tahanan kabur setelah membobol Rutan Polres Hulu Sungai Selatan. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki lantaran melawan saat penangkapan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombespol Sugeng Riyadi sepertidilansir dari Antara menjelaskan, upaya pengejaran dilakukan tim yang dipimpin Kasubdit 3 Jatanras Kompol Riza Muttaqien. Tujuh tahanan kabur yang diringkus kembali tersebut berinisial AL, TH, RC, HW, IL, AL, dan AS. Enam terlibat kasus narkotika dan hanya RC tersangka kasus pencurian dengan pemberatan.
Sugeng mengungkapkan, para pelaku dibekuk di sejumlah tempat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sedangkan TH yang menjadi otak aksi kabur dari rutan itu, dibekuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara. ”AS dan TH yang menggerakkan tahanan lain untuk kabur, keduanya pun melakukan perlawanan saat ditangkap hingga diambil tindakan tegas terukur,” kata Sugeng pada rabu (13/5).
Tahanan Rutan Polres Hulu Sungai Selatan itu kabur pada Senin (11/5) dini hari. Petugas jaga awalnya mendengar suara berisik di ruang belakang sel tahanan. Kemudian anggota langsung mengecek ke belakang dan ditemukan pintu sel lorong tahanan beserta teralis atas berlapis kawat telah rusak.
Atas perintah Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta, tim pun dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap para tahanan kabur. Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqien memimpin tim gabungan Unit Opsnal Resmob, Intelkam, Propam, TI, beserta Jatanras Polres Hulu Sungai Selatan dan Polres Hulu Sungai Utara.
Hari pertama pencarian pada Senin (11/5), polisi berhasil menangkap AL ketika akan menumpang angkutan umum untuk kabur. Berikutnya TH yang dikenal licin, diamankan di Hulu Sungai Utara. Pelaku sempat bersembunyi di bawah kolong rumah penuh air limbah rumah tangga serta gelap dan bermodalkan plastik kotor. Dia tidak melakukan gerakan sedikit pun di dalam air, sehingga memaksa petugas ikut turun ke air limbah tersebut untuk menangkapnya.
Berikutnya RC dan HW melalui pendekatan kepada keluarga akhirnya menyerahkan diri, termasuk IL dan AL yang sempat melarikan diri ke hutan dan gunung akhirnya menyerahkan diri. Pelaku terakhir AS, sama halnya TH adalah otak pelarian yang ditangkap bersembunyi di bawah kolong rumah selama kurang lebih 8 jam, akhirnya ketahuan dan mencoba melarikan diri sehingga diambil tindakan tegas.
”Subdit Jatanras dengan jajaran Macan Banua tanpa kenal lelah walau kondisi puasa, bergerak cepat mengamankan kembali para pelaku pelarian,” kata Riza Muttaqien.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=YvaUszIDkwg
https://www.youtube.com/watch?v=i7Ji6xoY3lk
https://www.youtube.com/watch?v=86YeNFQA30Y

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
