Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Maret 2020 | 21.26 WIB

TNI-Polri Kuasai Tembagapura, Empat Anggota KKB Disebut Tewas

EVAKUASI JENAZAH: Tim Evakuasi gabungan TNI-Polri saat mengevakuasi jenazah korban pembantaian KKSB ke dalam helikopter untuk diterbangkan ke Bandara Moses Kilangin, Timika - Image

EVAKUASI JENAZAH: Tim Evakuasi gabungan TNI-Polri saat mengevakuasi jenazah korban pembantaian KKSB ke dalam helikopter untuk diterbangkan ke Bandara Moses Kilangin, Timika

JawaPos.com – Setelah sempat mereda, baku tembak antara TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Tembagapura Minggu (15/3). Pemerintah mengklaim empat anggota KKB tewas dalam kontak tembak tersebut dan ber-hasil menguasai wilayah itu.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, kontak tembak terjadi Minggu siang di Pos Pantau Tembagapura. ’’Berlangsung beberapa jam dan kami berhasil memulihkan keamanan di sana,’’ kata jenderal polisi bintang satu tersebut.

Setelah itu, aparat melakukan penyisiran di Bukit Dangler. Hasilnya, mereka mengonfirmasi tewasnya sejumlah anggota KKB tersebut. ’’Kami menemukan sejumlah barang bukti yang tersisa dari kelompok bersenjata tersebut,’’ ujarnya.

Yakni, tiga pucuk senapan serbu AK-47, senpi Thomson, dan AR-15. ’’Kami juga menyita dua magasin. Satu berisi 11 peluru, satunya lagi berisi 16 peluru,’’ kata mantan Kabidhumas Polda Jatim tersebut.

Dari identifikasi senjata tersebut, satu di antaranya merupakan rampasan dari Polri. Yakni, AR-15. ’’Diambil saat mereka me-nyerbu Polsek Perima 2012 lalu,’’ ujarnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Mereka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, pihaknya memang menyerang pos TNI dan Polri. ’’Pada 12 Maret, kami juga menyerang pos TNI dan Polri di titik lain,’’ tuturnya.

Dalam penyerangan tersebut, dia mengklaim bahwa TNI dan Polri mundur hingga Oksibil. Dalam penyerangan itu, tidak ada anggota TPNPB-OPM yang tewas. ’’Mereka mundur,’’ katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (16/3).

Menurut dia, tidak ada tempat di Papua untuk TNI dan Polri. Langkah itu merupakan upaya untuk kembali mendapatkan kesempatan politik. ’’Ini perang yang bertujuan untuk mendapatkan hak politik,’’ tutur Sebby.

TPNPB-OPM akan terus mengerahkan kekuatan dengan dukungan masyarakat Papua. Hanya satu tujuannya, yakni bisa referendum dengan ditengahi PBB. ’’Kalau mau dialog, ya hanya dengan PBB,’’ jelasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore