
GAS AIR MATA: Ribuan mahasiswa mencoba mengindar gas air mata di depan gedung DPR MPR RI kemarin, (24/9). Mahasiswa dari berbagai Univesitas di Indonesia menolak Revisi RUU KPK, RUU KUHP dan RUU Pertanahan. (Agus Wahyudi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasca kerusuhan di sekitar gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9), tersiar kabar bahwa ada penggunaan gas air mata kadaluarsa oleh aparat kepolisian. Hal ini kemudian dengan cepat viral di media sosial, dan menuai banyak reaksi.
Postingan ini termuat dalam akun @RynoEnm. Dalam foto yang diunggah, diperlihatkan selongsing peluru gas air mata dengan masa kadaluarsa tahun 2016. Selongsong tersebut berwarna hitam.
Sedangkan di bagian latar belakang selongsong tersebut, nampak kondisi yang begitu berserakan, layaknya situasi pasca demonstrasi. Namun, memang tidak disebutkan pasti lokasi penemuan selongsong tersebut
"Pantesan perih bet. Wong gas air mata nya aja udah kadaluarsa," begitu keterangan pengunggah konten di dalam foto tersebut.
Photo
Netizen memotret gas air mata kadaluarsa saat aksi demo mahasiswa di Gedung DPR/MPR. (Istimewa)
Kabar ini selanjutnya dibantah oleh pihak Polda Metro Jaya. Polisi memastikan tidak ada penggunaan gas air mata kadaluarsa. Upaya pengamanan unjuk rasa sudah sesuai dengan standar pengamanan.
"Polisi gunakan gas air mata yang masih standar (bukan kadaluwarsa)," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (25/9).
Sebelumnya, Aksi demonstrasi kembali digelar ribuan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/9). Mereka menolak RUU KPK dan RKUHP yang sudah disepakati DPR dan pemerintah.
Aksi semula berjalan damai, namun menjelang sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, massa mulai berbuat anarkis dengan mengerusak pagar DPR. Mereka memaksa masuk ke area gedung. Polisi kemudian menembakkan water canon untuk memukul mundur massa. Namun, tak dihiraukan. Gas air mata akhirnya ditembakkan ke aras demonstran.
Aksi massa semakin anarkis pada malam hari. Kerusuhan meluas ke beberapa lokasi seperti Simpang Susun Semanggi, hingga Slipi. Pos polisi di dekat kantor Kemenpora dan di underpass Slipi dibakar massa. Bus milik TNI dan sebuah Jeep Rubicon yang terparkir di depan lapangan Perbakin juga turut dibakar. Kerusuhan ini berakhir sekitar pukul 01.00 WIB.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
